ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Firman Soebagyo, menyoroti potensi singkong yang selama ini kurang diperhatikan dalam kebijakan nasional. Ia mendorong agar singkong masuk dalam daftar komoditas strategis nasional dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Komoditas Strategis, mengingat perannya yang tidak hanya sebagai pangan, tetapi juga sebagai bahan baku energi terbarukan.
“Singkong seharusnya mendapatkan perhatian lebih. Selain sebagai sumber pangan, singkong dapat dikembangkan menjadi bioetanol dan energi terbarukan. Ini sangat relevan untuk masa depan energi dan ketahanan ekonomi kita,” jelasnya.
Menurut Firman, pengembangan singkong sebagai komoditas strategis sejalan dengan agenda Indonesia dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil serta mendukung target pengurangan emisi yang telah disepakati di forum internasional. Dengan pengelolaan yang tepat, singkong bisa menjadi solusi transisi energi sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa.
Beberapa negara telah lama memberi perlindungan khusus bagi komoditas strategis mereka. Amerika Serikat, misalnya, mengatur komoditas pangan dan energi tertentu untuk menjaga stabilitas ekonomi. Jepang dan Turki juga menerapkan regulasi serupa demi keberlanjutan sektor pertanian dan industri. Firman menekankan, Indonesia memiliki potensi yang tidak kalah besar, termasuk singkong, yang bisa menopang ketahanan pangan, energi, dan ekonomi nasional jika dikelola dengan kebijakan yang tepat.
Lebih jauh, ia menilai penetapan singkong sebagai komoditas strategis akan memberikan kepastian bagi petani, pelaku industri, dan investor, mendorong nilai tambah produk lokal, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Baca juga: Jelang Ramadan, DPR Soroti Kesiapan Stok Pangan dan Peran Bulog Kendalikan Harga
Firman berharap RUU Komoditas Strategis dapat menjadi momentum bagi pemerintah untuk lebih visioner melihat potensi komoditas nasional. Dengan langkah ini, singkong bukan hanya memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk ketahanan ekonomi dan energi Indonesia.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.