ORBIT-NEWS.COM, KEBUMEN – Aktivitas melaut dua nelayan di pesisir selatan Kebumen nyaris berujung tragedi setelah perahu yang mereka tumpangi terbalik akibat terjangan gelombang tinggi di muara Sungai Bodo, Pelabuhan Logending, Desa Ayah, Kecamatan Ayah, Selasa (27/1/2026).
Perahu nelayan bernama MM Maju dilaporkan karam saat baru saja meninggalkan pelabuhan dan hendak menuju laut lepas. Kondisi gelombang yang tiba-tiba membesar di area muara membuat perahu kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terguling dan tenggelam.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Saat kejadian, perahu diawaki dua anak buah kapal (ABK), yakni Ma’tuf (39) dan Akhmad Fuadi (34).
“Perahu sudah berada di ujung muara Sungai Bodo ketika datang ombak besar dari arah selatan. Hantaman gelombang menyebabkan kapal oleng dan tidak dapat dikendalikan hingga terbalik,” ungkap AKBP Putu Bagus.
Meski perahu tenggelam, kedua ABK berhasil menyelamatkan diri dengan berenang menuju pemecah gelombang di sekitar muara. Sejumlah nelayan yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan sebelum korban dievakuasi ke Pos TNI Angkatan Laut Logending.
Baca juga: Jalur Semarang–Purwodadi Putus Total, Polisi Terapkan Pengalihan Arus dan Siaga Penuh di Grobogan
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kedua ABK dalam kondisi selamat dan telah mendapatkan pemeriksaan medis,” tambah Kapolres.
Namun demikian, kecelakaan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada perahu, mesin, serta alat tangkap milik korban. Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp60 juta.
Sejumlah saksi mata menyebutkan bahwa gelombang tinggi muncul secara mendadak, kondisi yang kerap terjadi di kawasan muara, terutama saat cuaca laut tidak stabil. Faktor tersebut diduga kuat menjadi pemicu utama kecelakaan.
Petugas Satpolairud Polres Kebumen bersama Pos AL Logending dan SAR Lawet Perkasa Kebumen langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi, pendataan saksi, serta pemeriksaan awal guna memastikan kronologi kejadian.
Dalam kesempatan tersebut, kepolisian kembali mengingatkan para nelayan agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melintas di area muara yang dikenal rawan gelombang balik.
Baca juga: 532 Warga Brebes Terdampak Tanah Gerak, Pemprov Jateng Percepat Relokasi dan Pembangunan Huntara
“Kami mengimbau nelayan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca, berhati-hati saat keluar dan masuk muara, serta wajib menggunakan jaket pelampung. Alat keselamatan ini sangat penting untuk mengurangi risiko fatal jika terjadi kecelakaan laut,” tegas AKBP Putu Bagus.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.