Caption Foto : CV Marco Nusantara Prima bekerjsama dengan Lintang Akademi menggelar workshop dan pelatihan teknologi di Gedung Indraprana, Baturraden, pada Sabtu (4/4/2025). (Foto : Vivin).
ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS - Upaya meningkatkan transparansi dan efektivitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satunya melalui kegiatan workshop dan pelatihan teknologi yang digelar di Gedung Indraprana, Baturraden, pada Sabtu (4/4/2025), dengan mengusung tema sistem akuntansi digital dan pengelolaan media sosial.
Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), meliputi wilayah Pandanaru, Karangkobar, Banjarnegara, Purbalingga, Purwokerto, serta wilayah Banyumas Raya. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mengelola administrasi keuangan secara digital sekaligus memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi publik.
Direktur CV Marco Nusantara Prima, Purwadi Santoso, menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Lintang Akademi dalam menyusun sejumlah tahapan pelatihan. Salah satu fokus utama adalah pengelolaan media sosial yang akan menampilkan berbagai aktivitas dapur secara transparan dan edukatif kepada masyarakat.
“Melalui media sosial, kami ingin menunjukkan kegiatan nyata di lapangan, mulai dari proses memasak hingga pendistribusian makanan. Ini juga menjadi cara untuk merespons kritik dan masukan publik dengan bukti kinerja yang konkret,” jelasnya.
Pendekatan ini dinilai penting dalam membangun kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan akuntabilitas program. Dengan menyajikan konten berbasis aktivitas nyata, publik dapat melihat secara langsung bagaimana program MBG dijalankan.
Caption : Caption Foto : Direktur CV Marco Nusantara Prima, Purwadi Santoso (kiri) bersama para pemateri workshop. (Foto : Vivin).
Akuntansi Digital
Sementara itu, Teguh Priyono selaku supporting area Banyumas Raya menekankan pentingnya penerapan sistem akuntansi digital dalam pengelolaan keuangan program. Menurutnya, digitalisasi akan membantu menciptakan laporan keuangan yang lebih tertata, transparan, dan mudah diaudit.
“Penggunaan sistem akuntansi digital diharapkan dapat meminimalisasi potensi kesalahan maupun penyimpangan dalam pengelolaan anggaran negara, sehingga setiap rupiah yang dialokasikan untuk Program MBG benar-benar dimanfaatkan secara optimal,” terangnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam operasional sehari-hari, sehingga Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih transparan, akuntabel, dan berdampak luas bagi masyarakat.