Caption Foto : Salah satu atlet paralayang tengah bersiap di Festival Paralayang Bukit Watu Kumpul, Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Minggu (5/4/2025). (Foto : Hermiana).
ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS – Desa Wisata Petahunan kembali menghadirkan daya tarik unggulan melalui Festival Paralayang 2026 yang digelar di Bukit Watu Kumpul, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Minggu (5/4/2026). Event ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menawarkan pengalaman wisata adrenalin yang memikat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Sebanyak 21 atlet paralayang dari Jawa Tengah dan Jawa Timur ambil bagian dalam festival ini. Kehadiran para atlet profesional tersebut menjadi magnet tersendiri bagi ribuan pengunjung yang datang dari berbagai daerah seperti Banyumas, Cilacap, hingga Brebes.
Kegiatan ini turut dihadiri berbagai pihak, mulai dari pelatih, pegiat olahraga, jajaran Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, hingga pimpinan DPRD Banyumas. Dukungan lintas sektor ini menunjukkan keseriusan dalam mengembangkan Desa Wisata Petahunan sebagai destinasi unggulan berbasis olahraga dan alam.
Wakil Ketua DPRD Banyumas, Joko Pramono SE, mengapresiasi penyelenggaraan festival yang dinilai sukses menghadirkan kolaborasi antara olahraga dan pariwisata. Menurutnya, keterlibatan generasi muda yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menjadi kekuatan utama dalam pengembangan destinasi ini.
“Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin yang semakin besar setiap tahunnya. Wisata di Banyumas tidak hanya tentang keindahan alam, tetapi juga pengalaman olahraga dan wisata adrenalin yang bisa dinikmati semua kalangan,” kata Joko, Minggu (5/4/2026).
Ia juga menambahkan bahwa dukungan dari pemerintah daerah akan terus diperkuat agar kegiatan serupa dapat berkembang lebih profesional dan berdampak luas.
“Kami di DPRD tentu mendorong agar event seperti ini mendapat dukungan penuh, baik dari sisi anggaran, promosi, maupun pembinaan atlet, sehingga ke depan Banyumas bisa dikenal sebagai salah satu pusat olahraga dirgantara,” tambahnya.
Caption : Caption Foto : Masyarakat dan wisatawan memadati area Festival Paralayang di Bukit Watu Kumpul, Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Minggu (5/4/2026). (Foto : Hermiana).
Rangkaian Festival Desa Wisata
Festival Paralayang ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Desa Wisata Petahunan 2026 yang telah berlangsung sejak akhir Maret. Ketua Pokdarwis Desa Wisata Petahunan, Sudirman, menjelaskan bahwa berbagai kegiatan telah digelar, mulai dari turnamen bola voli, pagelaran seni tradisional ebeg, hingga puncaknya adalah kompetisi paralayang. Rangkaian kegiatan tersebut sudah digelar sejak 28 Maret lalu dan puncak acara hari ini.
“Festival ini kami kemas sebagai paket wisata terpadu. Jadi pengunjung tidak hanya datang untuk menonton, tetapi juga menikmati berbagai atraksi budaya dan kegiatan masyarakat,” jelasnya.
Antusiasme tinggi pengunjung turut memberikan dampak positif bagi perekonomian warga. Ratusan pedagang kaki lima memanfaatkan momentum ini untuk berjualan di sekitar lokasi wisata, menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan selama acara berlangsung.
Kepala Desa Petahunan, Rohmat Fadli, berharap festival ini terus berkembang dan mendapat dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah. Ia optimistis kegiatan ini dapat menjadi ikon wisata baru yang mengangkat nama Petahunan di tingkat regional hingga nasional.
Sementara itu, Kabid Pariwisata Dinporabudpar Banyumas, Bahrudin, melihat potensi besar olahraga paralayang untuk dikembangkan sebagai bagian dari industri wisata.
“Ke depan, paralayang tidak hanya menjadi event tahunan, tetapi juga atraksi wisata yang bisa dinikmati wisatawan kapan saja,” ujarnya.
Caption : Caption Foto : Wakil Ketua DPRD Banyumas, JokoPramono SE, bersama Plt Kepala Dinporabudpar Banyumas, Junaidi MT dan Forkompimda serta pihak penyelenggara berfoto bersama usai pembukaan Festival Paralayang di Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Minggu (5/4/2026). (Foto : Hermiana).
Plt Kepala Dinporabudpar Banyumas, Junaidi MT, menegaskan bahwa aspek keamanan dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan kegiatan paralayang.
“Keamanan dan keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan paralayang. Kami ingin memastikan bahwa setiap event tidak hanya menarik dan menghibur, tetapi juga memenuhi standar keselamatan yang tinggi bagi atlet maupun wisatawan,” tegas Junaidi.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas penyelenggaraan.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan komunitas, pelatih, dan pihak terkait agar standar operasional kegiatan semakin baik. Dengan demikian, paralayang di Banyumas tidak hanya berkembang dari sisi jumlah event, tetapi juga kualitas dan profesionalismenya,” imbuhnya.
Penyelenggaraan Festival Paralayang ini juga menjadi wujud nyata dukungan terhadap program Trilas yang diusung Bupati dan Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastino - Dwi Asih Lintarti, khususnya Trilas ke-3 yang berfokus pada upaya memajukan seni budaya serta prestasi olahraga di Banyumas. Melalui event seperti ini, potensi daerah tidak hanya terangkat dari sisi pariwisata, tetapi juga mampu melahirkan ruang bagi pengembangan olahraga prestasi sekaligus pemberdayaan masyarakat.
“Kami berharap Festival Paralayang ini bisa menjadi agenda unggulan Banyumas yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat,” kata Junaidi.