ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Satuan Reserse Kriminal Polresta Banyumas mengungkap praktik penipuan berkedok kerja sama bisnis pemotongan sapi yang merugikan korban hingga Rp600 juta. Dalam pengungkapan ini, polisi telah mengamankan satu orang tersangka yang diduga menjadi pelaku utama.
Kapolresta Banyumas, Petrus P. Silalahi, menjelaskan kasus ini bermula dari tawaran investasi yang disampaikan tersangka kepada korban pada April 2024. Pelaku menawarkan kerja sama usaha di bidang pemotongan sapi dengan janji keuntungan tetap sebesar 2,5 persen setiap bulan.
Tertarik dengan iming-iming tersebut, korban kemudian menyerahkan modal sebesar Rp600 juta. Namun, seiring berjalannya waktu dan berakhirnya masa perjanjian, keuntungan yang dijanjikan tak kunjung terealisasi, bahkan modal awal pun tidak dikembalikan.
“Setelah jatuh tempo, tersangka tidak mampu mengembalikan dana milik korban,” jelas Kapolresta.
Merasa dirugikan, korban bernama Wahyu melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Laporan ini kemudian ditindaklanjuti dengan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya polisi menetapkan RW (51) sebagai tersangka.
Baca juga: Penumpang KAI Daop 5 Purwokerto Melonjak 29 Persen di Awal 2026
Usaha Fiktif
Hasil penyelidikan mengungkap bahwa sebagian besar dana yang diterima pelaku justru digunakan untuk kepentingan pribadi, bukan untuk menjalankan usaha seperti yang dijanjikan di awal.
Dalam proses penanganan perkara, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti penting, di antaranya dokumen rekening koran dari beberapa bank, bukti transfer, serta surat perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani kedua belah pihak.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 378 dan/atau Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.
Kapolresta mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat. Selain memastikan legalitas usaha, masyarakat juga diimbau untuk melakukan pengecekan menyeluruh sebelum memutuskan menanamkan modal.
Baca juga: Tersengat Kabel Listrik Saat Perbaiki Atap, Satu Pekerja di Karanggayam Tewas, Rekannya Kritis
“Jangan mudah tergiur keuntungan besar. Pastikan usaha yang ditawarkan jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” pesannya.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.