Banner Utama

Kemenhaj Siapkan 45 Klinik untuk Layani Jemaah Haji 2026, Sistem Rujukan Medis Diperbarui

Nasional
By Ariyani  —  On Mar 31, 2026
Caption Foto : Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo.(Foto : Dok. Kemenhaj).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) terus mematangkan kesiapan layanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia pada musim 1447 Hijriah/2026 Masehi. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah penambahan jumlah fasilitas kesehatan serta penerapan sistem rujukan medis yang lebih terstruktur guna meningkatkan kualitas pelayanan di Tanah Suci.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo, mengungkapkan bahwa total 45 klinik kesehatan akan dioperasikan untuk melayani jemaah Indonesia. Rinciannya, sebanyak 40 klinik disiapkan di Makkah dan tersebar di 10 sektor, sedangkan lima klinik lainnya berada di Madinah.

Selain itu, pemerintah juga mengoperasikan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di kedua kota tersebut sebagai fasilitas rujukan utama bagi jemaah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Dengan penambahan jumlah klinik ini, diharapkan layanan kesehatan bagi jemaah menjadi lebih optimal dan mudah diakses,” kata Liliek.

Tak hanya memperluas fasilitas, pemerintah juga menerapkan sistem rujukan berbasis tingkat keparahan atau severity level. Sistem ini memungkinkan tenaga kesehatan untuk menilai kondisi jemaah secara cepat dan menentukan langkah penanganan yang paling tepat, apakah cukup dirawat di KKHI atau harus dirujuk langsung ke rumah sakit di Arab Saudi.

Baca juga: Harga BBM Subsidi Tetap hingga Akhir 2026, Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi Nasional

“Pendekatan ini penting agar setiap jemaah mendapatkan penanganan yang cepat, tepat, dan sesuai dengan kondisi kesehatannya,” jelasnya.

Dalam upaya menjaga standar pelayanan, pemerintah Arab Saudi turut menetapkan kewajiban supervisi oleh penyedia layanan kesehatan swasta yang telah terakreditasi. Pada musim haji tahun ini, pengawasan layanan kesehatan jemaah Indonesia akan dilakukan oleh Saudi German Hospital.

Sementara itu, distribusi obat-obatan selama operasional haji akan dipusatkan melalui KKHI di Makkah dan Madinah, kemudian disalurkan ke petugas kesehatan kloter yang mendampingi jemaah di hotel.

Pola Hidup Bersih dan Sehat

Di sisi lain, Kemenhaj juga mengingatkan calon jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan sejak sebelum keberangkatan. Penerapan pola hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi, serta rutin berolahraga ringan menjadi hal yang dianjurkan.

Baca juga: Rekrutmen Akpol 2026 Dibuka, Polri Tegaskan Tanpa Jalur Khusus dan Diawasi Publik

Liliek juga menekankan pentingnya istirahat yang cukup serta menjaga kondisi mental agar tetap stabil selama menjalankan ibadah haji. Bagi jemaah dengan penyakit penyerta, kepatuhan dalam mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter menjadi faktor krusial.

Sebagai penutup, ia mengajak jemaah untuk mempersiapkan diri tidak hanya secara fisik, tetapi juga spiritual dengan memperbanyak ibadah dan doa, agar pelaksanaan haji berjalan lancar, aman, dan penuh keberkahan.

“Jaga kesehatan sejak sekarang, patuhi anjuran medis, dan perkuat kesiapan spiritual agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat dijalani dengan lancar dan kondisi tetap prima,” pungkasnya.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: