ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Polri memastikan proses seleksi Taruna-Taruni Akademi Kepolisian Tahun Anggaran 2026 berlangsung ketat dan terbuka. Seleksi tahun ini hanya menggunakan satu jalur reguler tanpa pengecualian, sekaligus menegaskan komitmen institusi terhadap prinsip rekrutmen yang bersih dan transparan.
Penegasan tersebut disampaikan Asisten Kapolri Bidang SDM Polri, Irjen Pol Anwar. Ia menekankan bahwa seluruh tahapan seleksi mengacu pada prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) yang menjadi standar utama dalam proses penerimaan anggota Polri.
“Seluruh proses seleksi dilakukan secara objektif, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan. Tidak ada ruang untuk praktik yang menyimpang,” ujar Anwar.
Ia juga menegaskan, tidak ada jalur khusus ataupun titipan dalam seleksi tahun ini. Menurutnya, setiap peserta memiliki peluang yang sama, dengan penilaian sepenuhnya berdasarkan hasil seleksi.
“Kelulusan ditentukan murni dari kemampuan dan nilai peserta. Siapa yang terbaik, dialah yang berhak lolos,” tegasnya.
Baca juga:
Harga BBM Subsidi Tetap hingga Akhir 2026, Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Minat masyarakat untuk bergabung sebagai calon perwira Polri tercatat cukup tinggi. Hingga saat ini, sebanyak 7.988 pendaftar telah tercatat, dengan 5.432 di antaranya sudah terverifikasi, sementara sisanya masih dalam tahap proses administrasi.
Lebih lanjut, Anwar menyebut rekrutmen Taruna Akpol bukan sekadar penerimaan anggota baru, tetapi bagian dari strategi jangka panjang Polri dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang adaptif dan inovatif.
“Para taruna akan diproyeksikan menjadi perwira yang mampu menjawab tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks,” jelasnya.
Pengawasan Masyarakat
Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Johnny Eddizon Isir menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawasi jalannya seleksi. Polri, kata dia, telah menyediakan berbagai kanal pengaduan yang dapat diakses publik, termasuk hotline dan sistem berbasis QR Code.
Baca juga:
Potong Anggaran Perjalanan Dinas Hingga 70%, Kemenag Pastikan Program Keagamaan Tetap Jalan
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk ikut mengawasi. Jika ada indikasi pelanggaran, silakan dilaporkan melalui kanal resmi yang tersedia,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga integritas proses rekrutmen agar tetap sesuai dengan prinsip yang telah ditetapkan. Dengan sistem seleksi yang lebih terbuka dan pengawasan yang diperkuat, Polri berharap rekrutmen Taruna-Taruni Akpol 2026 dapat berjalan lancar serta menghasilkan calon perwira berkualitas sebagai investasi sumber daya manusia di masa depan.