ORBIT-NEWS.COM, PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang memperkuat langkah mitigasi bencana banjir dengan menginstruksikan pembangunan sumur resapan di seluruh kantor pemerintahan, mulai dari lingkungan Setda, kecamatan, hingga puskesmas. Kebijakan ini dinilai strategis untuk meningkatkan daya serap air tanah sekaligus menekan risiko banjir yang kerap terjadi saat musim hujan.
Instruksi tersebut disampaikan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro saat memimpin apel pagi bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lapangan Tennis Indoor Setda Kabupaten Pemalang, Senin (9/2/2026).
“Minimal setiap kantor membuat lima sumur resapan sebagai langkah awal mitigasi kebencanaan, karena manfaatnya sangat besar baik saat musim hujan maupun kemarau,” kata Anom Widiyantoro.
Bupati menegaskan, pembangunan sumur resapan akan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia bahkan berencana turun langsung ke lapangan bersama Wakil Bupati dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memastikan program tersebut benar-benar dilaksanakan oleh seluruh perangkat daerah.
“Insyaallah saya bersama Wakil Bupati dan Kepala DLH akan meninjau langsung pelaksanaan pembuatan sumur resapan di semua kantor di jajaran Pemkab Pemalang,” ujarnya.
Baca juga: Jalur Semarang–Purwodadi Putus Total, Polisi Terapkan Pengalihan Arus dan Siaga Penuh di Grobogan
Anom menargetkan pembangunan sumur resapan dapat direalisasikan sebelum memasuki bulan Ramadan. Program ini juga sejalan dengan gerakan Rhapsodi yang mengusung prinsip Resik, Hijau, dan Apik sebagai upaya membangun kesadaran lingkungan secara berkelanjutan di lingkungan birokrasi.
Tidak hanya di lingkup perkantoran, Bupati juga mengajak para ASN menjadi contoh di tengah masyarakat dengan membuat lubang biopori di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Menurutnya, langkah sederhana tersebut dapat menjadi alternatif efektif untuk mereduksi risiko banjir.
Ia menekankan bahwa persoalan banjir merupakan masalah bersama yang membutuhkan kepedulian kolektif. Karena itu, Pemkab Pemalang berharap gerakan sumur resapan dan biopori dapat diikuti oleh masyarakat luas dan organisasi kemasyarakatan, sehingga upaya pencegahan bencana bisa dilakukan secara masif dan berkesinambungan.
Bupati juga menyampaikan bahwa dirinya telah menginstruksikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum untuk mempercepat proses pemulihan dan rekonstruksi infrastruktur yang terdampak bencana.
Baca juga: 532 Warga Brebes Terdampak Tanah Gerak, Pemprov Jateng Percepat Relokasi dan Pembangunan Huntara
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.