ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) memastikan distribusi energi di sepanjang Jalur Pantai Utara (Pantura) tetap aman selama periode mudik Idulfitri 1447 Hijriah. Jalur non-tol yang masih menjadi pilihan utama pemudik, khususnya pengguna sepeda motor, diprediksi mengalami lonjakan arus kendaraan sehingga membutuhkan dukungan pasokan BBM dan LPG yang optimal.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pertamina telah menyiapkan berbagai skenario, termasuk pengoperasian layanan pengantaran BBM langsung ke lokasi kendaraan yang terjebak kemacetan. Layanan yang dikenal sebagai Pertamina Delivery Service ini diharapkan mampu menjadi solusi cepat bagi pemudik yang kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan.
“Kami telah memetakan titik rawan kepadatan di Pantura dan menyiagakan layanan motoris untuk memastikan kebutuhan BBM tetap terpenuhi,” ujar VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron.
Selain itu, seluruh infrastruktur energi mulai dari Terminal BBM hingga SPBU di jalur strategis disiagakan selama 24 jam penuh. Langkah ini diambil guna menjaga kelancaran distribusi energi di tengah potensi peningkatan konsumsi selama musim mudik.
Tak hanya fokus pada pasokan energi, Pertamina juga menghadirkan fasilitas pendukung yang memberikan kenyamanan bagi pemudik. Salah satunya terlihat di SPBU Muri, Tegal, Jawa Tengah, yang dikenal memiliki fasilitas lengkap mulai dari ratusan toilet, tempat ibadah, area istirahat, hingga pusat oleh-oleh yang melibatkan pelaku UMKM.
Baca juga: Harga BBM Subsidi Tetap hingga Akhir 2026, Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Manajer SPBU Muri, Sinta Fitria, menyebutkan bahwa pihaknya juga menyediakan penginapan sederhana bagi pemudik yang ingin beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Kehadiran fasilitas ini menjadikan SPBU tak sekadar tempat mengisi bahan bakar, tetapi juga ruang singgah yang nyaman.
Pemberdayaan UMKM
Di luar SPBU, Pertamina turut mengembangkan destinasi berbasis pemberdayaan masyarakat di sepanjang Pantura. Salah satunya Danau Cinta Eco Resort di Karawang, yang sebelumnya merupakan kawasan terbengkalai dan kini disulap menjadi objek wisata berbasis energi terbarukan.
“Awalnya danau ini tidak terawat, lalu dikembangkan menjadi pusat wisata sekaligus edukasi energi bersih,” kata pengelola Danau Cinta, Enjang Ramdani.
Di lokasi tersebut, pengunjung dapat mengenal berbagai teknologi energi terbarukan seperti panel surya dan mikrohidro yang dimanfaatkan untuk mendukung operasional kawasan wisata. Program ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam menjalankan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Baca juga: Rekrutmen Akpol 2026 Dibuka, Polri Tegaskan Tanpa Jalur Khusus dan Diawasi Publik
Sementara itu di Batang, Jawa Tengah, Pertamina juga membina usaha kafe lokal yang menyediakan minuman kopi dan teh bagi para pemudik. Kafe tersebut bahkan telah memberdayakan lebih dari seribu petani kopi sejak menjadi mitra binaan Pertamina.
Pemilik kafe, Wiweko, mengatakan bahwa usahanya berkembang pesat sejak mendapatkan pendampingan, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Pertamina ingin memastikan bahwa momentum mudik tidak hanya berdampak pada mobilitas masyarakat, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi daerah yang dilalui.
“Keberadaan SPBU dan mitra binaan diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif,” ujar Baron.
Baca juga: Potong Anggaran Perjalanan Dinas Hingga 70%, Kemenag Pastikan Program Keagamaan Tetap Jalan
Pertamina juga mengingatkan pemudik untuk mengisi penuh bahan bakar sebelum melakukan perjalanan serta menggunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan, demi kelancaran dan kenyamanan selama mudik.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.