ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG – Sebanyak 283 taruna tingkat akhir Akademi Kepolisian (Akpol) resmi dilepas untuk mengikuti Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitarda Nusantara) XLVI Tahun 2026. Para taruna yang tergabung dalam Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita ini akan terjun langsung ke wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera, dengan fokus utama pengabdian di Kabupaten Aceh Tamiang.
Keberangkatan ratusan calon perwira Polri tersebut menjadi bagian dari sinergi nasional lintas lembaga pendidikan kedinasan dalam mendukung percepatan pemulihan daerah pascabencana. Selama kurang lebih satu bulan, para taruna akan mengabdikan diri melalui berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, hingga pembangunan fisik dan nonfisik di tengah masyarakat.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa keterlibatan Taruna Akpol dalam Latsitarda Nusantara bukan sekadar agenda pendidikan, melainkan wujud konkret kehadiran Polri di tengah masyarakat yang sedang berjuang bangkit dari bencana.
“Sebanyak 283 Taruna Akpol akan berinteraksi langsung dengan masyarakat Aceh Tamiang. Mereka hadir untuk membantu proses pemulihan sekaligus belajar memahami kondisi riil masyarakat terdampak bencana,” ujarnya.
Menurut Trunoyudo, Latsitarda Nusantara memiliki peran strategis dalam membentuk karakter calon pemimpin Polri yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki empati dan kepedulian sosial yang kuat.
Baca juga: Haedar Nashir Ajak Umat Islam Jadikan Ramadan 1447 H Momentum Penguatan Takwa dan Kemajuan Peradaban
“Para taruna akan ditempa melalui pengalaman langsung di lapangan. Mereka belajar melayani, merasakan denyut persoalan masyarakat, dan menanamkan nilai kemanusiaan sebagai fondasi pengabdian Polri di masa depan,” tambahnya.
Program Kemanusiaan
Di lokasi penugasan, para Taruna Akpol dijadwalkan terlibat dalam berbagai program kemanusiaan, mulai dari trauma healing bagi anak-anak dan warga terdampak, pembersihan lingkungan permukiman, hingga rehabilitasi fasilitas umum seperti tempat ibadah, sarana pendidikan, infrastruktur dasar, dan kantor kepolisian yang rusak akibat banjir.
“Kegiatan ini diharapkan dapat membantu mempercepat normalisasi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Aceh Tamiang. Kehadiran taruna di lapangan juga diharapkan mampu meringankan beban warga yang terdampak bencana,” jelas Trunoyudo.
Pemberangkatan Taruna Akpol ditandai dengan Upacara Pembukaan dan Pembentukan Satuan Tugas Taruna (Satgastar) Latsitarda Nusantara XLVI Tahun 2026 yang dipimpin oleh Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha. Upacara berlangsung di Dermaga Samudera II Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Sabtu (17/1/2026).
Baca juga: Di Tengah Ancaman Iklim, Indonesia Catat Rekor Terendah Kematian DBD
Selain Taruna Akpol, Latsitarda Nusantara XLVI Tahun 2026 juga melibatkan taruna dan kadet dari Akademi Militer, Akademi Angkatan Laut, Akademi Angkatan Udara, Politeknik Siber dan Sandi Negara, serta Kadet Universitas Pertahanan. Total peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai 1.456 orang.
Usai upacara, seluruh taruna diberangkatkan menuju wilayah sasaran menggunakan tiga Kapal Perang Republik Indonesia, yakni KRI Banda Aceh-593, KRI Teluk Calang-524, dan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992. Ketiga kapal bertolak dari Pelabuhan Tanjung Emas sekitar pukul 16.00 WIB menuju Pelabuhan Belawan sebelum melanjutkan perjalanan ke Aceh Tamiang.
Melalui Latsitarda Nusantara XLVI Tahun 2026, Polri berharap kehadiran Taruna Akpol tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat terdampak bencana, tetapi juga memperkuat semangat pengabdian, soliditas lintas lembaga, serta kemanunggalan Polri dengan rakyat.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.