ORBIT-NEWS.COM, CILACAP – Upaya pencarian nelayan yang dilaporkan jatuh di perairan selatan Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, akhirnya membuahkan hasil. Setelah empat hari pencarian, korban bernama Sungkowo (50), warga Desa Ujung Gagak, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (13/4/2026).
Kepala Kantor SAR Cilacap, Abdullah, menyampaikan bahwa korban berhasil ditemukan oleh nelayan sebelum dievakuasi oleh tim SAR gabungan.
“Korban ditemukan oleh nelayan di sekitar perairan timur dari lokasi kejadian, kemudian kami tindak lanjuti dengan proses evakuasi hingga korban berhasil dibawa ke darat,” jelasnya.
Insiden ini bermula dari laporan yang diterima pada Jumat (10/4/2026) pukul 05.45 WIB terkait adanya seorang nelayan yang diduga terjatuh ke perairan Samudera Hindia di selatan Nusakambangan saat melaut.
Baca juga:
Polresta Banyumas Bongkar Jaringan Peredaran Obat Terlarang, Seorang Pemuda Ditangkap
Memasuki hari keempat operasi, tim SAR gabungan membagi tugas menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama melakukan koordinasi dengan instansi terkait serta menyebarkan informasi kepada nelayan yang beraktivitas di laut. Sementara SRU kedua melakukan penyisiran di permukaan air menggunakan perahu karet (RIB) dengan cakupan area sekitar 6 mil laut dari titik pencarian sebelumnya.
Perkembangan signifikan terjadi pada pukul 09.00 WIB, saat tim menerima informasi dari nelayan Kampung Laut yang menemukan korban di laut. Lokasi penemuan berada sekitar 5,7 mil laut ke arah timur dari titik awal kejadian.
Proses evakuasi kemudian dilakukan, dan pada pukul 10.30 WIB korban berhasil dibawa ke darat dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka.
Abdullah menambahkan, keberhasilan pencarian ini tidak lepas dari kerja sama berbagai unsur yang terlibat dalam operasi. “Kami mengapresiasi seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat, khususnya nelayan, yang telah membantu hingga korban dapat ditemukan,” katanya.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup dan seluruh personel dikembalikan ke satuan masing-masing.
Baca juga:
Perkuat Empat Pilar, Perbedaan Awal Ramadhan Jadi Ruang Edukasi Kebangsaan di Kedungbanteng