ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Bagi umat Islam, inilah fase spiritual paling intens dalam satu tahun, bulan ketika langit seakan lebih dekat, doa lebih mudah melesat, dan pahala mengalir tanpa batas.
Setiap datangnya Ramadan, suasana berubah. Masjid lebih ramai, mushaf Al-Qur’an kembali dibuka, tangan-tangan lebih ringan berbagi. Semua itu bukan tanpa alasan. Bulan suci ini memang menyimpan begitu banyak keutamaan yang ditegaskan dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Berikut rangkuman keistimewaan Ramadan yang menjadikannya bulan paling dinanti umat Islam di seluruh dunia.
Ramadan, Bulan Wajib Berpuasa
Keistimewaan utama Ramadan adalah diwajibkannya ibadah puasa bagi setiap Muslim yang telah baligh dan berakal. Selama satu bulan penuh, umat Islam dilatih mengendalikan diri, bukan hanya dari makan dan minum, tetapi juga dari amarah, hawa nafsu, dan perilaku buruk. Puasa bukan sekadar ritual fisik, melainkan pendidikan spiritual yang membentuk ketakwaan. Ia menjadi sarana pembinaan karakter sekaligus ladang pahala yang tak ternilai.
Momentum Penghapusan Dosa
Ramadan dikenal sebagai bulan ampunan. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Ramadan yang dijalankan dengan iman dan penuh harap kepada Allah SWT akan menghapus dosa-dosa yang telah lalu (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam hadis riwayat Muslim juga disebutkan bahwa puasa Ramadan menjadi penebus dosa di antara dua Ramadhan, selama seseorang menjauhi dosa besar. Artinya, Ramadhan adalah kesempatan emas untuk memulai lembaran baru kehidupan spiritual.
Doa Lebih Mustajab
Ramadan juga menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak doa. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa doa orang yang berpuasa tidak tertolak hingga ia berbuka (HR. Ahmad). Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ menganjurkan agar orang yang berpuasa memperbanyak doa, baik untuk urusan dunia maupun akhirat, serta tidak melupakan doa bagi kaum Muslimin secara umum. Di bulan ini, permohonan yang tulus memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan.
Baca juga:
Haedar Nashir Ajak Umat Islam Jadikan Ramadan 1447 H Momentum Penguatan Takwa dan Kemajuan Peradaban
Pahala Dilipatgandakan
Setiap amal baik yang dilakukan di bulan Ramadan akan dilipatgandakan ganjarannya. Salat, sedekah, membaca Al-Qur’an, hingga kebaikan sekecil apa pun bernilai lebih tinggi dibanding bulan lainnya. Namun, sebaliknya, perbuatan buruk juga harus dihindari karena nilai dosa pun bisa menjadi lebih berat. Karena itu, Ramadan menjadi bulan pengendalian diri sekaligus percepatan pahala.
Salat Tarawih, Ibadah Eksklusif Ramadan
Salah satu ibadah khas Ramadan adalah salat tarawih. Ibadah sunah ini hanya ada di bulan suci dan menjadi tradisi spiritual yang menguatkan kebersamaan umat. Rasulullah SAW menjanjikan ampunan bagi siapa saja yang menegakkan salat malam Ramadan dengan penuh keimanan dan keikhlasan.
Sedekah Paling Utama
Ramadan juga identik dengan berbagi. Dalam hadis riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW menyebut sedekah di bulan Ramadhan sebagai sedekah yang paling utama. Tak heran, di bulan ini banyak umat Islam berlomba-lomba memberi makan berbuka, menyalurkan zakat, dan membantu mereka yang membutuhkan.
Pahala Umrah Setara Haji
Keutamaan lain yang jarang diketahui adalah pahala umrah di bulan Ramadan yang nilainya setara dengan haji bersama Rasulullah SAW (HR. Bukhari). Karena itu, banyak Muslim yang memanfaatkan bulan ini untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci jika memiliki kemampuan.
Malam Lailatul Qadar, Lebih Baik dari Seribu Bulan
Baca juga:
Sambut Ramadan 2026, Kemendag Buka Pasar Murah, 75 UMKM Ramaikan Lapangan Pejambon
Di antara malam-malam Ramadan, terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Pada malam inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan. Allah SWT menjanjikan limpahan ampunan dan keberkahan bagi siapa saja yang menghidupkan malam tersebut dengan ibadah. Inilah puncak spiritual Ramadhan yang paling dinantikan.
Pintu Surga Dibuka, Neraka Ditutup
Dalam hadis riwayat Ahmad disebutkan, ketika Ramadan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Suasana spiritual yang kondusif ini memudahkan umat Islam untuk lebih khusyuk beribadah dan memperbanyak amal saleh.
Ramadan pada akhirnya bukan hanya tentang rutinitas tahunan. Ia adalah kesempatan langka yang datang sekali dalam setahun untuk memperbaiki diri, membersihkan jiwa, dan memperbanyak bekal menuju kehidupan akhirat. Bagi siapa pun yang memanfaatkannya dengan sungguh-sungguh, Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, melainkan titik balik menuju pribadi yang lebih bertakwa dan lebih baik dari sebelumnya.