Banner Utama

Perkuat Empat Pilar, Perbedaan Awal Ramadhan Jadi Ruang Edukasi Kebangsaan di Kedungbanteng

Banyumas Raya Politik
By Hermiana  —  On Apr 13, 2026
Caption Foto : Anggota MPR RI, H. Wastam SE. SH saat memberikan edukasi di acara sosialisasi empat pilar di Desa Keniten, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas.(Foto : Dok. Tim Wastam).

ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS – Upaya memperkuat Empat Pilar kebangsaan menjadikan perbedaan penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah sebagai momentum edukasi bagi masyarakat dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Keniten, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas.

Kegiatan yang menghadirkan Anggota MPR RI, H. Wastam SE. SH ini, diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh lintas agama, pemuda Karang Taruna, hingga kelompok PKK. Diskusi berlangsung dinamis dengan mengangkat isu keberagaman, toleransi, dan tantangan sosial di era digital.

Dalam pemaparannya, Wastam menegaskan bahwa perbedaan dalam menentukan awal Ramadhan dan Idulfitri merupakan bagian dari dinamika ijtihad dalam Islam yang harus disikapi secara bijak. Ia menekankan pentingnya menjadikan Empat Pilar, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai pedoman dalam menjaga persatuan.

“Perbedaan tidak boleh menjadi sumber perpecahan. Justru melalui Empat Pilar, kita belajar menghargai keberagaman dan memperkuat rasa kebangsaan,” kata Wastam dalam acara yang digelar, Rabu (11/3/2026).

Baca juga: Polresta Banyumas Bongkar Jaringan Peredaran Obat Terlarang, Seorang Pemuda Ditangkap

Caption : Caption Foto : Masyarakat Desa Keniten, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas antusias mengikuti sosialisasi empat pilar yang digelar anggota MPR RI, H.Wastam SH.MH. (Foto : Dok. Tim Wastam).

Bangun Literasi Digital

Selain membahas nilai kebangsaan, kegiatan ini juga mengangkat persoalan aktual seperti maraknya judi online dan penyebaran hoaks di media sosial. Wastam mengajak masyarakat membangun ketahanan moral dan literasi digital, terutama selama bulan Ramadhan yang identik dengan pengendalian diri.

Diskusi juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam menangkal hoaks, dengan mendorong kaum ibu menjadi garda terdepan dalam menyaring informasi di lingkungan rumah tangga.

Kegiatan ini turut melibatkan organisasi kepemudaan seperti GP Ansor dan Kokam Kedungbanteng yang menyatakan komitmennya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan puasa.

Baca juga: DPR Soroti Ketimpangan Sistem Penerimaan Mahasiswa, PTS Dinilai Terdesak Kebijakan PTN

“Peran keluarga sangat penting dalam menghadapi arus informasi saat ini, terutama kaum ibu yang menjadi garda terdepan di rumah. Dengan literasi digital yang baik, keluarga bisa menjadi benteng utama dalam menyaring hoaks dan menjaga keharmonisan di tengah masyarakat,” tutup Wastam.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, di akhir acara dilakukan pembagian bantuan sembako kepada warga. Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat nilai keadilan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Acara ditutup dengan deklarasi “Banyumas Rukun dan Berdaulat” sebagai komitmen bersama untuk terus mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar dalam menghadapi berbagai tantangan zaman menuju Indonesia Emas 2045.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: