Banner Utama

Kemenkes Genjot Imunisasi MR untuk Tenaga Kesehatan, Targetkan Ratusan Ribu Nakes di Daerah Rawan Campak

Kesehatan
By Ariyani  —  On Apr 10, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai menggulirkan program imunisasi Measles-Rubella (MR) khusus bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan sebagai langkah strategis menekan penularan campak di fasilitas layanan kesehatan. Program ini menyasar kelompok yang dinilai paling rentan terpapar, sekaligus menjadi upaya pencegahan agar layanan kesehatan tetap berjalan optimal.

Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, menjelaskan bahwa program ini menargetkan ratusan ribu tenaga kesehatan di wilayah dengan tingkat kasus campak tertinggi. Selain itu, dokter internship di seluruh Indonesia juga menjadi prioritas dalam program imunisasi ini.

“Tenaga kesehatan berada di garis depan pelayanan sehingga memiliki risiko tinggi terpapar campak. Melalui imunisasi MR ini, kami berharap perlindungan mereka semakin kuat dan penularan di fasilitas kesehatan dapat ditekan,” jelasnya, Jumat (10/4/2026).

Secara rinci, program ini mencakup lebih dari 39 ribu tenaga medis dan sekitar 223 ribu tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan angka kasus campak tertinggi. Tak hanya itu, lebih dari 28 ribu dokter umum dan dokter gigi internship di seluruh Indonesia juga ikut menjadi sasaran vaksinasi.

Baca juga: Jateng Hampir Tuntas UHC, Pemprov Genjot Layanan Kesehatan Lebih Menjangkau Semua Lapisan

Kemenkes mencatat perkembangan positif dari sisi tren kasus. Data surveilans menunjukkan jumlah kasus campak nasional mengalami penurunan tajam dari puncaknya di awal tahun. Jika pada minggu pertama 2026 tercatat lebih dari dua ribu kasus, angka tersebut turun drastis menjadi di bawah dua ratus kasus pada akhir Maret.

Namun, pemerintah tetap mengingatkan pentingnya kewaspadaan, terutama di wilayah dengan kasus tinggi seperti Aceh, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Nusa Tenggara Barat. Upaya lain yang terus didorong adalah percepatan Outbreak Response Immunization (ORI) di sejumlah daerah terdampak.

Sejumlah daerah bahkan telah menunjukkan capaian signifikan dalam program ORI. Kota Depok menjadi yang terdepan dengan cakupan 100 persen, disusul Kabupaten Bima dan Kota Palembang yang juga terus mengejar target imunisasi.

Imunisasi MR Serentak

Pelaksanaan imunisasi MR bagi tenaga kesehatan resmi dimulai serentak hari ini, Jumat (10/4/2026) di rumah sakit masing-masing. Vaksin diberikan dengan dosis 0,5 ml melalui suntikan subkutan, dengan ketentuan berbeda sesuai riwayat imunisasi sebelumnya. Tenaga kesehatan yang telah menerima dua dosis tidak perlu divaksin ulang, sementara yang baru satu dosis akan mendapatkan tambahan, dan yang belum pernah divaksin diwajibkan menerima dua dosis dengan jeda minimal 28 hari.

Baca juga: Dinkes Pekalongan Perkuat Layanan HIV di Rutan, Fokus pada Deteksi Dini dan Akses Kesehatan Warga Binaan

Kick-off program ini dilaksanakan di enam rumah sakit perwakilan di berbagai daerah, mulai dari Medan hingga Makassar. Rumah sakit-rumah sakit tersebut menjadi simbol kesiapan fasilitas kesehatan dalam mendukung program nasional ini.

Direktur Utama RSUP H. Adam Malik, dr. Zainal Safri, menilai program ini penting untuk memastikan perlindungan tenaga kesehatan tetap optimal, mengingat imunitas dari vaksin sebelumnya belum tentu bertahan lama.

“Dengan vaksinasi ini, diharapkan kasus campak pada tenaga kesehatan, khususnya orang dewasa, dapat dicegah,” katanya. RSUP Adam Malik sendiri menargetkan puluhan hingga ratusan tenaga kesehatan mendapatkan vaksin dalam tahap awal.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: