ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatatkan capaian signifikan dalam sektor pembiayaan perumahan. Hingga 1 April 2026, penyaluran kredit perumahan di provinsi ini mencapai Rp2,3 triliun, menjadikan Jawa Tengah peringkat pertama nasional untuk kredit program perumahan rakyat.
Berdasarkan data Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), kabupaten dengan penyaluran terbesar adalah Brebes Rp131,5 miliar, Banyumas Rp117,4 miliar, dan Sragen Rp115,6 miliar. Angka ini menunjukkan tingginya kebutuhan hunian bagi masyarakat, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menekankan bahwa pencapaian ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui program perumahan.
“Kami berkomitmen memastikan masyarakat memiliki akses hunian layak. Program ini juga memberi multiplier effect bagi UMKM lokal dan sektor konstruksi,” jelasnya.
Selain kredit perumahan, Jawa Tengah juga menempati peringkat kedua nasional dalam program rumah bersubsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dengan 24.470 unit pada 2025. Tahun ini, pemerintah menargetkan peningkatan signifikan menjadi 40 ribu unit. Koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN juga dilakukan untuk memastikan ketersediaan lahan bagi permukiman baru.
Baca juga: Jalur Rel Bumiayu Pulih Usai 14 Jam Penanganan, Perjalanan Kereta Kembali Normal
Gubernur Luthfi menambahkan, penanganan backlog perumahan di Jawa Tengah hingga akhir 2025 tercatat 274.514 unit, dengan sisa backlog 1.058.454 unit—menurun sekitar 20 persen dari tahun sebelumnya. Penanganan dilakukan melalui APBD, CSR perusahaan, Baznas, dan partisipasi masyarakat.
Menteri PKP Apresiasi Jateng
Menteri PKP, Maruarar Sirait, menyampaikan apresiasi atas capaian Jawa Tengah. Program perumahan lain yang akan dipercepat di Jawa Tengah termasuk Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah, pembangunan rumah susun, penataan kawasan permukiman kumuh, serta pemberdayaan UMKM genteng, khususnya di Jepara dan Kebumen.
“Capaian ini menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah. Semoga langkah ini bisa menjadi contoh bagi provinsi lain untuk mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat,” kata Maruarar saat menerima Gubernur Luthfi di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Pertemuan ini dihadiri pula oleh para bupati dan wakil bupati dari Jepara, Batang, Brebes, Temanggung, Banyumas, Grobogan, serta Wakil Bupati Boyolali, membahas langkah konkret percepatan program perumahan dan permukiman untuk tahun 2026.
Baca juga: Kolaborasi Besar Digencarkan, Jawa Tengah Rancang Penanganan Menyeluruh Banjir Demak
Dengan berbagai program ini, Jawa Tengah tidak hanya menekan backlog hunian, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.