Banner Utama

Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026, Haedar Nashir Imbau Jaga Toleransi

Nasional
By Ariyani  —  On Mar 17, 2026
Caption Foto : Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir. (Foto : Dok. Muhammadiyah).

ORBIT-NEWS.COM, YOGYAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan bahwa Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah menurut perhitungan Muhammadiyah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan tersebut menjadi pedoman bagi warga Muhammadiyah dalam melaksanakan rangkaian ibadah Idulfitri tahun ini.

Haedar menjelaskan bahwa pelaksanaan salat Idulfitri dianjurkan dilakukan di lapangan terbuka sebagaimana tradisi yang selama ini dijalankan umat Islam. Namun, jika kondisi tidak memungkinkan, pelaksanaan salat Id dapat dilakukan di masjid atau tempat lain yang memadai.

“Kami mengimbau agar salat Idulfitri dilaksanakan di lapangan terbuka. Namun jika situasi tidak memungkinkan, dapat dilakukan di masjid atau tempat lain yang memungkinkan,” kata Haedar.

Selain itu, Haedar juga menyoroti situasi khusus yang terjadi di Bali, di mana perayaan Idulfitri tahun ini berdekatan dengan peringatan Hari Raya Nyepi yang merupakan hari suci bagi umat Hindu. Ia mengajak umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah yang berada di Bali, untuk menjaga kerukunan dan menghormati masyarakat Hindu yang tengah menjalankan rangkaian Nyepi.

Ia mengimbau agar kegiatan takbir tidak dilakukan secara keliling serta tidak menggunakan pengeras suara. Takbir tetap dapat dilaksanakan di rumah atau di lingkungan masjid, namun dengan cara yang lebih sederhana dan tanpa menimbulkan kebisingan.

Baca juga: Harga BBM Subsidi Tetap hingga Akhir 2026, Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi Nasional

“Bagi warga Muhammadiyah dan umat Islam di Bali, atas dasar toleransi diharapkan tidak melaksanakan takbir keliling maupun menggunakan pengeras suara. Takbir dapat dilakukan di rumah atau di masjid masing-masing tanpa pengeras suara,” jelasnya.

Saling Menghormati

Lebih lanjut, Haedar menekankan bahwa perbedaan dalam penentuan hari raya merupakan hal yang kerap terjadi dalam praktik keagamaan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan menyikapinya dengan saling menghormati serta menjaga persatuan.

“Pada substansinya, mari Idulfitri ini, baik dalam kesamaan maupun perbedaan, kita jadikan momentum untuk menggali dan mengimplementasikan sumber-sumber pencerahan agama bagi kehidupan kita, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, berbangsa, bernegara, hingga kehidupan global,” pesan Haedar.

Baca juga: Rekrutmen Akpol 2026 Dibuka, Polri Tegaskan Tanpa Jalur Khusus dan Diawasi Publik

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: