ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Polri menyiapkan strategi pengamanan terpadu dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 guna memastikan kelancaran aktivitas masyarakat selama bulan Ramadan hingga perayaan Idul Fitri. Operasi tahunan ini tidak hanya mengatur arus mudik dan balik, tetapi juga menjaga keamanan berbagai aktivitas masyarakat selama masa libur Lebaran.
Korlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, mengatakan pengamanan tahun ini difokuskan pada sejumlah titik strategis yang diperkirakan menjadi pusat mobilitas masyarakat. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan perjalanan mudik berlangsung aman dan tertib.
Menurut Agus, terdapat lima klaster utama yang menjadi fokus pengamanan selama Operasi Ketupat 2026, yaitu:
Jalan tol, yang diperkirakan mengalami lonjakan volume kendaraan selama arus mudik dan balik.
Jalur arteri dan alternatif, yang kerap menjadi pilihan pemudik untuk menghindari kepadatan di tol.
Baca juga: Harga BBM Subsidi Tetap hingga Akhir 2026, Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Pelabuhan penyeberangan, terutama di wilayah dengan mobilitas antarpulau yang tinggi.
Tempat ibadah, yang akan ramai digunakan masyarakat selama Ramadan hingga Hari Raya.
Kawasan wisata, yang diprediksi dipadati pengunjung selama libur Lebaran.
“Operasi Ketupat bukan hanya tentang mengamankan arus mudik dan balik, tetapi bagaimana negara hadir memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri berjalan aman dan lancar,” jelas Agus.
Ia menambahkan, kepolisian juga menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan kendaraan di jalur-jalur utama. Skema seperti contraflow dan sistem one way akan diterapkan secara situasional berdasarkan kondisi di lapangan.
Baca juga: Rekrutmen Akpol 2026 Dibuka, Polri Tegaskan Tanpa Jalur Khusus dan Diawasi Publik
Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Ketupat 2026, Tjahyono, menekankan pentingnya penyampaian informasi yang cepat dan akurat kepada masyarakat selama periode mudik. Menurutnya, informasi terkait kondisi lalu lintas dan rute perjalanan sangat membantu pemudik dalam menentukan jalur yang akan dilalui serta mengantisipasi potensi kemacetan.
“Masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi yang benar-benar membantu mereka selama perjalanan, baik saat mudik maupun ketika arus balik,” ujarnya.
Tjahyono juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat kepolisian jika mengalami kendala selama perjalanan. Layanan hotline 110 dapat dihubungi oleh masyarakat di seluruh wilayah Indonesia untuk mendapatkan bantuan dari kepolisian.
Melalui kesiapan personel, pos pengamanan, serta koordinasi lintas instansi, Polri berharap pelaksanaan mudik Lebaran 2026 dapat berjalan aman, tertib, dan lancar sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang bersama keluarga.
Baca juga: Potong Anggaran Perjalanan Dinas Hingga 70%, Kemenag Pastikan Program Keagamaan Tetap Jalan
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.