ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG – Jawa Tengah kini semakin menegaskan diri sebagai kekuatan diplomasi budaya atau soft power Indonesia. Provinsi ini tidak hanya kaya akan produk budaya, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi pariwisata, perdagangan, dan kerja sama internasional yang dapat memperkuat citra Indonesia di dunia.
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Heru Subolo, menilai potensi Jawa Tengah sangat strategis.
“Jawa Tengah memiliki segalanya. Potensinya ada, produknya luar biasa, kebudayaan ada, pariwisata ada. Semua ini bisa menjadi instrumen diplomasi yang efektif,” ujarnya saat berkunjung ke Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (6/4/2026).
Heru menambahkan, peran Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang aktif mempromosikan potensi daerahnya secara langsung, merupakan langkah tepat. “Apa yang dilakukan Gubernur sangat luar biasa. Kami dari Kementerian Luar Negeri siap mengakselerasi upaya ini,” tegasnya.
Provinsi ini juga sudah memiliki jaringan kerja sama internasional, seperti sister province dan sister city, yang terjalin dengan berbagai kota dan provinsi di luar negeri. Menurut Heru, jaringan ini menjadi infrastruktur penting untuk mempermudah promosi, pengembangan kapasitas (capacity building), hingga kolaborasi lainnya di kancah global.
Baca juga: Jalur Rel Bumiayu Pulih Usai 14 Jam Penanganan, Perjalanan Kereta Kembali Normal
Diplomasi soft power yang digagas Kemenlu fokus pada penguatan citra Indonesia melalui budaya dan nilai-nilai lokal, bukan kekuatan militer atau politik. “Dunia perlu mengenal Indonesia bukan karena kekuatan militernya, tetapi karena budaya yang adiluhung, harmoni, dan aman. Nilai-nilai ini dimiliki Jawa Tengah dan sangat membantu diplomasi kita,” kata Heru.
Peran Kementerian Luar Negeri
Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menekankan pentingnya peran Kementerian Luar Negeri sebagai jembatan untuk memaksimalkan potensi investasi, budaya, dan pariwisata di Jawa Tengah.
“Ini kesempatan emas bagi kami. Kemenlu bisa memfasilitasi agar produk budaya, UMKM, dan sektor pariwisata Jawa Tengah dikenal lebih luas di luar negeri,” ujarnya.
Lebih jauh, Kemenlu juga berperan menghubungkan Pemprov Jateng dengan diaspora Indonesia di berbagai negara. Dukungan diaspora diyakini bisa mendorong ekspansi produk lokal ke pasar internasional, sekaligus memperkuat citra Indonesia di mata dunia.
Baca juga: Kolaborasi Besar Digencarkan, Jawa Tengah Rancang Penanganan Menyeluruh Banjir Demak
Dengan strategi ini, Jawa Tengah bukan sekadar provinsi dengan kekayaan budaya dan pariwisata, tetapi juga menjadi laboratorium diplomasi modern yang menggabungkan budaya, ekonomi, dan jaringan global untuk memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.