ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Upaya menghadirkan akses komunikasi yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas terus dilakukan kalangan akademisi. Salah satunya datang dari Telkom University Purwokerto yang menginisiasi program berbasis teknologi untuk membantu komunikasi tunarungu dan tunawicara.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang didanai secara internal pada periode pertama tahun 2026. Dua tim dosen dari Program Studi S1 Teknik Telekomunikasi terlibat dalam program tersebut melalui skema Teknologi Tepat Guna serta Pendampingan dan Pelatihan.
Fokus utama kegiatan ini adalah memperkenalkan solusi komunikasi berbasis aplikasi yang dirancang untuk menjembatani keterbatasan interaksi antara penyandang tunarungu dengan masyarakat umum. Inisiatif tersebut muncul dari pengalaman lapangan para dosen saat terlibat dalam kegiatan sosial di bidang disabilitas komunikasi.
Ketua tim pengabdian, Melinda Br Ginting, mengungkapkan bahwa masih banyak hambatan komunikasi akibat rendahnya pemahaman bahasa isyarat di masyarakat. Karena itu, teknologi dinilai dapat menjadi alternatif solusi yang praktis dan mudah diakses.
“Penggunaan aplikasi ini diharapkan bisa membantu proses komunikasi sehari-hari, terutama di lingkungan pendidikan,” jelasnya.
Baca juga: Kapolresta Banyumas Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi dalam Pengungkapan Tambang Ilegal
Aplikasi yang digunakan dalam program ini dikembangkan bersama mitra organisasi non-pemerintah, Sankara. Sebelumnya, teknologi tersebut telah diterapkan di beberapa kota besar seperti Bandung dan Semarang, sebelum akhirnya diperluas ke Purwokerto.
Libatkan SLB B Yakut Purwokerto
Sebagai tahap awal implementasi, kegiatan sosialisasi dan pelatihan akan dilaksanakan di SLB B Yakut Purwokerto dengan melibatkan guru dan siswa sebagai pengguna utama. Relawan dari Sankara juga turut dilibatkan untuk memastikan pelatihan berjalan efektif.
Selain menargetkan pemanfaatan langsung di lingkungan sekolah, program ini juga diarahkan untuk jangka panjang agar dapat diadopsi lebih luas di berbagai daerah. Untuk mendukung keberlanjutan, tim turut menjajaki kolaborasi dengan PUSBISINDO dalam pendampingan bahasa isyarat.
Melinda berharap inovasi ini tidak hanya berhenti pada tahap pelatihan, tetapi terus berkembang menjadi solusi yang berdampak luas bagi masyarakat.
Baca juga: Jalur Rel Bumiayu Pulih Usai 14 Jam Penanganan, Perjalanan Kereta Kembali Normal
“Kami ingin teknologi ini benar-benar memberi manfaat nyata dan membuka akses komunikasi yang lebih setara,” katanya.
Melalui program ini, Telkom University Purwokerto menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pengabdian masyarakat yang tidak hanya inovatif, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.