Banner Utama

Kenali Gangguan Pigmentasi Kulit: Penyebab, Jenis, hingga Cara Penanganannya

Kecantikan
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Mar 16, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Gangguan pigmentasi kulit merupakan kondisi yang cukup sering dialami masyarakat. Kondisi ini terjadi ketika proses alami pembentukan warna kulit oleh melanin mengalami perubahan, baik karena produksinya berlebihan maupun justru berkurang.

Melanin sendiri merupakan zat yang memberi warna pada kulit, rambut, dan mata. Perubahan jumlah atau jenis melanin yang diproduksi tubuh dapat menyebabkan warna kulit menjadi lebih gelap atau lebih terang dari biasanya.

Gangguan pigmentasi dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari faktor genetik, paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan, luka atau peradangan pada kulit, hingga penggunaan obat-obatan tertentu. Meski umumnya tidak berbahaya, perubahan warna kulit ini sering kali mengganggu penampilan dan memengaruhi rasa percaya diri seseorang.

Secara umum, gangguan pigmentasi dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu hiperpigmentasi dan hipopigmentasi. Hiperpigmentasi terjadi ketika produksi melanin meningkat sehingga kulit tampak lebih gelap. Sebaliknya, hipopigmentasi terjadi ketika produksi melanin menurun, yang membuat warna kulit menjadi lebih terang.

Beberapa jenis gangguan pigmentasi yang cukup sering ditemukan antara lain melasma. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bercak kecokelatan atau area kulit yang lebih gelap dari sekitarnya, terutama di bagian wajah, leher, dan bahu. Melasma sering dikaitkan dengan paparan sinar matahari berlebih, faktor genetik, penggunaan obat tertentu, hingga perubahan hormon saat kehamilan atau masa pubertas.

Baca juga: Tips Alami Mengecilkan Pori-Pori Wajah, Kulit Lebih Halus dan Bebas Masalah

Gangguan lain yang juga cukup dikenal adalah vitiligo, yaitu kondisi ketika kulit kehilangan pigmen sehingga muncul bercak putih yang kontras dengan warna kulit asli. Vitiligo umumnya disebabkan oleh gangguan autoimun yang menyerang sel penghasil pigmen (melanosit). Selain perubahan warna kulit, kondisi ini juga dapat memicu munculnya uban pada rambut di area alis, bulu mata, atau janggut, bahkan pada usia muda.

Pada anak-anak dan remaja, gangguan pigmentasi yang kerap muncul adalah pityriasis alba. Kondisi ini ditandai dengan bercak kemerahan berbentuk bulat atau oval yang kemudian memudar menjadi lebih terang. Selain mengganggu penampilan, bercak tersebut kadang disertai rasa gatal. Penyebab pastinya belum diketahui, namun kondisi ini sering dianggap sebagai bentuk ringan dari eksim dan dapat dipicu oleh paparan sinar matahari serta kebiasaan mandi dengan air panas.

Sementara itu, albinisme merupakan kelainan pigmentasi yang disebabkan oleh mutasi genetik yang memengaruhi produksi melanin. Penderita albinisme umumnya memiliki kulit, rambut, dan mata yang sangat pucat. Kondisi ini biasanya sudah terlihat sejak lahir, meski pada beberapa kasus perubahan warna kulit baru tampak saat anak memasuki usia sekolah atau remaja.

Selain itu, gangguan pigmentasi juga dapat muncul akibat peradangan pada kulit yang dikenal sebagai hiperpigmentasi pascaperadangan. Kondisi ini biasanya terjadi setelah kulit mengalami luka, infeksi, alergi, atau bahkan luka bakar. Meski dapat memudar dengan sendirinya, proses pemulihan biasanya membutuhkan waktu cukup lama.

Penanganan gangguan pigmentasi sangat bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Dokter dapat merekomendasikan berbagai metode perawatan, mulai dari penggunaan obat oles hingga tindakan medis tertentu.

Baca juga: Tips Memilih Bedak Sesuai Warna Kulit, Kunci Riasan Natural dan Tahan Lama

Beberapa perawatan yang umum digunakan antara lain krim retinoid untuk membantu memudarkan bercak gelap, obat oles yang mengandung asam azelaic, asam kojic, atau asam salisilat untuk merangsang regenerasi kulit, hingga prosedur seperti peeling kimiawi, terapi laser, dan mikrodermabrasi yang bertujuan mengangkat lapisan kulit dan memperbaiki warna kulit yang tidak merata.

Selain perawatan medis, pencegahan juga menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan kulit. Penggunaan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari serta mencukupi asupan vitamin C dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan sekaligus menjaga proses regenerasi sel kulit tetap optimal.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: