Banner Utama

Stok Pupuk Aman, Produksi Pertanian Indonesia Tetap Stabil di Tengah Krisis Global

Nasional
By Hermiana  —  On Apr 07, 2026
Caption Foto : PT Pupuk Indonesia menyatakan stok pupuk nasional aman. (Foto : Dok. Pupuk Indonesia).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Ketahanan sektor pertanian Indonesia kembali menunjukkan kekuatannya di tengah dinamika global, termasuk potensi gangguan distribusi pupuk dunia akibat konflik di Selat Hormuz. Pemerintah memastikan stok pupuk nasional aman, distribusi ke petani lancar, dan harga pupuk tetap terjangkau.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menekankan bahwa kemandirian industri pupuk nasional menjadi kunci stabilitas pangan Indonesia. Menurutnya, sistem ini telah terbangun sejak era Presiden Soeharto dan terus diperkuat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

“Seluruh ekosistem pangan nasional aman. Kita bisa tidur nyenyak karena stok pupuk dan produksi pangan terjamin,” ujar Rahmad dalam Rapat Kerja (RAKER) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR RI, Selasa (7/4/2026).

Lebih lanjut Rahmad memaparkan, sejak Tahun 2025, pemerintah melakukan reformasi signifikan dalam tata kelola pupuk melalui dua regulasi utama: Perpres Nomor 6 Tahun 2025 dan Perpres Nomor 113 Tahun 2025. Perpres Nomor 6/2025 menyingkat prosedur distribusi pupuk sehingga petani bisa menebus pupuk secara lebih cepat dan mudah. Sementara Perpres Nomor 113/2025 memberi ruang bagi Pupuk Indonesia untuk meremajakan pabrik dan meningkatkan efisiensi produksi. Dampaknya, harga pupuk turun hingga 20% dan keterjangkauannya meningkat bagi petani.

“Kemudahan akses dan harga yang lebih rendah membuat penebusan pupuk meningkat signifikan sepanjang 2025 hingga 2026. Ini berdampak langsung pada produksi pertanian dan penyerapan gabah oleh Bulog,” tambah Rahmad.

Stok Aman di Tengah Ketegangan Global

Baca juga: Harga BBM Subsidi Tetap hingga Akhir 2026, Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Rahmad memastikan stok pupuk nasional saat ini mencapai 1,29 juta ton, dengan seluruh pabrik beroperasi optimal. Hal ini menjadikan Indonesia relatif tahan terhadap gangguan pasokan global, termasuk konflik di Selat Hormuz yang memengaruhi sekitar 30% perdagangan pupuk dunia.

“Meski Selat Hormuz strategis bagi perdagangan pupuk global, Indonesia tidak terdampak signifikan berkat kemandirian industri pupuk nasional. Negara-negara seperti Brasil, India, dan Australia mulai merasakan dampaknya, tapi kita tetap aman dan stabil,” jelasnya.

Selain fokus pada pupuk, Pupuk Indonesia juga ditugaskan mendukung transisi energi nasional menuju B50 melalui pembangunan dua pabrik metanol di Lhokseumawe dan Bontang. Saat ini, impor metanol mencapai 1,5 juta ton, dan pembangunan pabrik baru diharapkan menekan ketergantungan impor.

Rahmad menegaskan bahwa pupuk adalah input krusial untuk produktivitas pertanian.

“Berbeda dengan subsidi konsumtif, subsidi pupuk adalah subsidi produksi. Jika serapan pupuk meningkat, produktivitas pertanian naik, stabilitas pangan terjaga, dan inflasi bisa dikendalikan,” pungkasnya.


Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: