Banner Utama

Pemutakhiran DTSEN Dipercepat, Penyaluran Bansos Ditargetkan Lebih Tepat Waktu dan Sasaran

Nasional
By Ariyani  —  On Apr 02, 2026
Caption Foto : Menteri Sosial, Saifullah Yusuf. (Foto :Dok. Kemensos).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA — Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) mengambil langkah strategis dengan mempercepat pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi sekaligus mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang berhak.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menyampaikan bahwa percepatan pembaruan data menjadi kunci utama dalam memperbaiki kualitas distribusi bansos, khususnya untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako. Jika sebelumnya pembaruan data dilakukan setiap tanggal 20 per triwulan, kini jadwal tersebut dimajukan menjadi tanggal 10.

“Perubahan ini memberi kami waktu lebih panjang untuk menindaklanjuti hasil pemutakhiran data sebagai dasar penyaluran bansos setiap bulan,” jelasnya. 

Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya mempercepat proses administrasi, tetapi juga meningkatkan peluang penyaluran bantuan secara lebih merata dan tepat sasaran. Dengan data yang lebih mutakhir, pemerintah dapat meminimalkan potensi kesalahan penerima atau keterlambatan distribusi.

Baca juga: Harga BBM Subsidi Tetap hingga Akhir 2026, Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Kemensos mencatat capaian positif pada triwulan pertama 2026, di mana realisasi penyaluran bansos PKH dan Program Sembako telah melampaui 96 persen. Angka tersebut dinilai sebagai indikator keberhasilan koordinasi lintas lembaga serta efektivitas sistem distribusi yang terus diperbaiki.

Penyaluran bansos sendiri dilakukan melalui dua jalur utama, yakni jaringan perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta PT Pos Indonesia. Skema ini dipertahankan untuk memastikan akses yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk di wilayah terpencil.

Peningkatan Kualitas DTSEN

Memasuki triwulan kedua, Kemensos menargetkan kualitas data DTSEN semakin solid sehingga penyaluran bansos periode April hingga Juni dapat berlangsung tepat waktu dan lebih akurat. Pemerintah juga menaruh perhatian pada pemanfaatan bantuan oleh penerima agar digunakan sesuai kebutuhan dasar.

“Kami ingin bantuan sosial ini benar-benar memberi dampak nyata. Dengan data yang terus diperbarui dan penyaluran yang tepat, kami optimistis kesejahteraan masyarakat bisa meningkat secara bertahap,” ujar Saifullah Yusuf.

Baca juga: Rekrutmen Akpol 2026 Dibuka, Polri Tegaskan Tanpa Jalur Khusus dan Diawasi Publik

Selain itu, Kemensos mendorong penerima manfaat untuk tidak bergantung pada bantuan dalam jangka panjang. Program pemberdayaan sosial terus digalakkan agar keluarga penerima mampu meningkatkan kemandirian ekonomi secara bertahap.

Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya transformasi bansos dari sekadar bantuan konsumtif menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat.

Di sisi lain, Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, memastikan pihaknya terus melakukan konsolidasi dan validasi data untuk mendukung pembaruan DTSEN. Data terbaru tersebut akan menjadi acuan utama dalam penyaluran bansos triwulan kedua.

Sinergi antara Kemensos dan BPS ini diharapkan mampu menghadirkan sistem distribusi bantuan sosial yang lebih adaptif, transparan, dan responsif terhadap dinamika kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Baca juga: Potong Anggaran Perjalanan Dinas Hingga 70%, Kemenag Pastikan Program Keagamaan Tetap Jalan

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: