ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat pasca-Lebaran melalui program balik rantau gratis. Sebanyak 320 warga diberangkatkan menuju daerah perantauan menggunakan kereta api dari Stasiun Tawang, Semarang, Jumat (27/3/2026).
Pelepasan peserta dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Program ini menyasar masyarakat, terutama pekerja sektor informal, yang membutuhkan dukungan biaya transportasi setelah merayakan Idulfitri di kampung halaman.
Dalam pelaksanaannya, program balik rantau gratis tidak hanya menggunakan moda kereta api, tetapi juga bus yang disiapkan secara bertahap. Khusus pemberangkatan hari ini, empat gerbong kereta disediakan untuk mengangkut ratusan peserta menuju kota tujuan seperti Bekasi dan wilayah Jabodetabek lainnya.
Menurut Luthfi, program ini menjadi solusi nyata bagi warga yang kondisi keuangannya menipis setelah mudik. Ia menilai, sebagian besar perantau telah mengalokasikan banyak dana untuk kebutuhan keluarga selama Lebaran, sehingga bantuan transportasi sangat meringankan beban mereka.
“Setelah mudik dan memenuhi kebutuhan di kampung, banyak yang keuangannya berkurang. Program ini hadir untuk membantu mereka kembali bekerja tanpa terbebani ongkos perjalanan,” ujarnya.
Baca juga: Jalur Rel Bumiayu Pulih Usai 14 Jam Penanganan, Perjalanan Kereta Kembali Normal
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Jawa Tengah dengan pemerintah kabupaten/kota, Bank Jateng, serta sejumlah pihak terkait. Selain sebagai bentuk pelayanan publik, inisiatif ini juga menjadi upaya menjaga produktivitas para perantau agar segera kembali bekerja.
Luthfi juga berpesan kepada para peserta agar tetap menjaga etos kerja, menjunjung hukum, serta mempertahankan nilai-nilai khas masyarakat Jawa Tengah seperti gotong royong dan toleransi saat kembali ke daerah perantauan.
Antusiasme Pemudik
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai cerita yang dibagikan. Susanto, warga Pati yang bekerja di Bekasi, mengaku program ini sangat membantu keuangan keluarganya. Tahun ini ia mudik bersama istri dan dua anaknya, sehingga biaya perjalanan menjadi cukup besar.
“Kalau harus bayar sendiri tentu berat. Ini sangat membantu, apalagi bisa sekalian mengajak anak-anak naik kereta untuk pertama kalinya,” katanya.
Baca juga: Kolaborasi Besar Digencarkan, Jawa Tengah Rancang Penanganan Menyeluruh Banjir Demak
Pengalaman serupa dirasakan Nani Rusmalani, perantau asal Demak yang tinggal di Bogor. Ia mengaku baru pertama kali mengikuti program balik gratis dengan kereta api setelah sebelumnya selalu menggunakan bus.
“Biasanya naik bus, sekarang naik kereta rasanya lebih nyaman dan menyenangkan,” ungkapnya.
Sementara itu, suaminya, Zainal Mubarok, menuturkan bahwa biaya perjalanan mudik biasanya bisa mencapai Rp1 juta per orang. Karena itu, program ini dinilai sangat meringankan beban ekonomi keluarga.
Ia berharap ke depan kapasitas program dapat ditingkatkan agar lebih banyak warga bisa merasakan manfaatnya.
“Harapannya jumlah gerbong bisa ditambah, supaya semakin banyak masyarakat yang terbantu,” ujarnya.
Program balik rantau gratis ini pun menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam memastikan mobilitas masyarakat tetap terjaga tanpa mengabaikan kondisi ekonomi pasca-Lebaran.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.