Banner Utama

Warga Sukarela Serahkan Balon Udara dan Bahan Petasan Usai Insiden Ledakan di Pekalongan

Hukum dan Kriminal
By Vivin  —  On Mar 25, 2026
Caption Foto : Warga Kelurahan Kuripan Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Pekalongan, secara sukarela menyerahkan balon udara dan bahan petasan kepada pihak kepolisian sebagai antisipasi terjadinya ledakan serupa. (Foto : Dok. Pemkot Pekalongan).

ORBIT-NEWS.COM, KOTA PEKALONGAN - Pascainsiden ledakan petasan di wilayah Kota Pekalongan, warga Kelurahan Kuripan Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Pekalongan, secara sukarela menyerahkan balon udara dan bahan petasan kepada pihak kepolisian sebagai langkah pencegahan risiko serupa.

Respons cepat muncul setelah beredarnya video korban ledakan yang memperlihatkan dampak fatal dari petasan. Tayangan tersebut menyebar luas di grup komunikasi warga dan memunculkan kekhawatiran kolektif, hingga akhirnya mendorong aksi nyata berupa penyerahan balon udara dan bahan petasan kepada pihak kepolisian.

Kapolsek Pekalongan Selatan, Aries Tri Hartanto, mengapresiasi inisiatif warga yang dinilai sebagai bentuk kesadaran kolektif terhadap keselamatan lingkungan.

“Ini merupakan langkah cepat dan tepat dari masyarakat dalam merespons potensi bahaya. Kesadaran seperti ini sangat kami apresiasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, awalnya balon udara dan petasan tersebut direncanakan untuk digunakan dalam perayaan Syawalan. Namun, setelah mempertimbangkan risiko yang ditimbulkan, warga sepakat untuk membatalkan rencana tersebut demi menghindari potensi bahaya.

Baca juga: Kapolresta Banyumas Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi dalam Pengungkapan Tambang Ilegal

Adapun barang yang diserahkan meliputi dua balon udara berukuran besar, puluhan selongsong petasan, serta bahan kimia seperti serbuk belerang yang biasa digunakan dalam pembuatan petasan. Bahan-bahan tersebut diketahui memiliki tingkat risiko tinggi jika tidak diracik dengan benar.

Menurut Kapolsek, penggunaan petasan rakitan memang berbahaya karena melibatkan campuran zat kimia yang mudah terbakar dan berpotensi meledak. Kesalahan kecil dalam proses pembuatan atau penyimpanan dapat memicu ledakan yang berdampak fatal, baik bagi pembuat maupun lingkungan sekitar.

Selain itu, balon udara tanpa kendali juga dapat menimbulkan risiko lain, seperti kebakaran akibat jatuhnya sumber api ke permukiman atau gangguan terhadap jalur penerbangan.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh barang yang telah diserahkan kini diamankan untuk dimusnahkan sesuai prosedur yang berlaku.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak lagi membuat atau menggunakan petasan, serta tidak menerbangkan balon udara sembarangan karena sangat berbahaya,” tegasnya.

Baca juga: Perketat Pengawasan Distribusi Energi, Polri Ungkap Ratusan Kasus Penyalahgunaan BBM dan LPG

Keselamatan Bersama Jadi Prioritas

Ketua RT setempat, Irwandi, menyebut keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Kami sepakat untuk menyerahkan semua bahan yang berpotensi membahayakan ini. Keselamatan warga jauh lebih penting daripada mempertahankan rencana kegiatan yang berisiko,” tututnya.

Ia menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dibandingkan mempertahankan tradisi yang berisiko.

“Kami juga mengajak masyarakat lain untuk lebih bijak dan mulai meninggalkan kebiasaan yang bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tambahnya.

Baca juga: Polresta Banyumas Bongkar Tambang Emas Ilegal di Dua Kecamatan, Tiga Tersangka Ditangkap

Ke depan, warga diharapkan dapat mengalihkan kegiatan perayaan ke bentuk yang lebih aman dan bermanfaat, tanpa mengurangi nilai kebersamaan. Langkah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa tradisi perlu beradaptasi dengan pertimbangan keselamatan di era saat ini.

Sebagaimana diketahui, ledakan tersebut terjadi di kawasan Kuripan Kidul Gang 2, Kelurahan Kuripan Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan, pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Dalam insiden itu, tiga remaja laki-laki mengalami luka-luka. Dua di antaranya menderita luka berat dan sempat dalam kondisi kritis, di mana satu korban akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan, sementara satu korban lainnya masih dirawat intensif. Satu korban lain dilaporkan mengalami luka sobek di bagian kaki.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ledakan diduga berasal dari petasan berukuran besar yang tengah dirakit oleh dua remaja berinisial SY dan LN. Saat proses perakitan berlangsung, petasan tersebut tiba-tiba meledak dan menyebabkan korban serta kepanikan di sekitar lokasi kejadian.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: