ORBIT-NEWS.COM, PURBALINGGA – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menunjukkan peran aktifnya dalam pemulihan lingkungan dengan terlibat langsung dalam aksi penanaman 5.000 pohon di lereng Gunung Slamet, tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Komunitas Patanjala Kabupaten Purbalingga ini, juga menggandeng sejumlah pihak, termasuk instansi kehutanan, Perhutani, komunitas pecinta alam, hingga masyarakat setempat. Penanaman difokuskan di wilayah hulu daerah aliran sungai (DAS) Gunung Slamet, yang dinilai krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah bencana serupa terulang.
Koordinator Komunitas Patanjala Purbalingga, Dr. Indaru Setyo Nurprojo, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi lingkungan, tetapi juga membangun keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam menjaga kelestarian alam.
“Kami lebih menekankan kolaborasi dengan warga setempat. Harapannya, masyarakat tidak hanya terlibat saat penanaman, tetapi juga berperan dalam merawat dan menjaga keberlanjutan pohon-pohon ini,” jelasnya, Senin (6/4/2026).
Dalam aksi tersebut, Unsoed turut mengirimkan 15 mahasiswa relawan dari berbagai fakultas yang tergabung dalam Relawan Tangguh Soedirman. Pelepasan relawan dilakukan oleh tim kesiapsiagaan bencana kampus sebagai bentuk dukungan nyata perguruan tinggi dalam penanggulangan bencana dan rehabilitasi lingkungan.
Baca juga: Kapolresta Banyumas Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi dalam Pengungkapan Tambang Ilegal
Ketua Tim Kesiagaan Bencana Unsoed, Dr. Dyah Susanti, menyebut keterlibatan mahasiswa menjadi wujud kepedulian sivitas akademika terhadap kondisi lingkungan di wilayah rawan bencana. Menurutnya, kehadiran generasi muda dalam kegiatan semacam ini sangat penting untuk membangun kesadaran ekologis sejak dini.
Partisipasi Generasi Muda
Sementara itu, Wakil Ketua Tim, Dr. Tyas Retno Wulan, menyoroti pentingnya partisipasi anak muda dalam kegiatan sosial dan lingkungan. Ia menilai aksi penanaman pohon memiliki dampak jangka panjang yang signifikan bagi keberlanjutan hidup.
“Partisipasi generasi muda sangat dibutuhkan. Penanaman pohon seperti ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi investasi lingkungan untuk masa depan,” katanya.
Aksi penghijauan ini juga mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Warga Desa Serang berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut, terutama dalam tahap perawatan dan pemantauan tanaman, mengingat wilayah tersebut sempat mengalami kerusakan cukup parah akibat bencana.
Baca juga: Jalur Rel Bumiayu Pulih Usai 14 Jam Penanganan, Perjalanan Kereta Kembali Normal
Sebagai tindak lanjut, Fakultas Pertanian Unsoed berencana menjalin kerja sama untuk mendukung perawatan dan pengelolaan ekosistem di kawasan Gunung Malang. Langkah ini diharapkan dapat memastikan keberhasilan program penghijauan sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan di kawasan lereng Gunung Slamet.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.