Banner Utama

Mitos atau Fakta? Ini Penjelasan Medis soal Mandi Malam yang Sering Disalahpahami

Lifestyle
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Mar 23, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Kebiasaan mandi di malam hari kerap dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan. Mulai dari rematik hingga paru-paru basah, anggapan ini sudah lama beredar di masyarakat. Namun, benarkah mandi malam berbahaya? Sejumlah penjelasan medis menunjukkan bahwa sebagian besar klaim tersebut hanyalah mitos yang belum terbukti secara ilmiah.

Berikut penelusuran fakta di balik mitos mandi malam yang perlu diketahui:

Tidak Terbukti Menyebabkan Rematik
Mandi malam sering disebut-sebut sebagai pemicu rematik. Faktanya, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan hubungan langsung antara kebiasaan mandi malam dengan penyakit tersebut. Rematik sendiri merupakan gangguan autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh, terutama sendi.

Meski demikian, air dingin saat mandi malam memang bisa memperburuk keluhan pada penderita rematik. Suhu dingin dapat memicu kekakuan dan nyeri sendi. Sebaliknya, mandi dengan air hangat justru dianjurkan karena membantu meredakan gejala dan memberikan efek relaksasi.

Tidak Memicu Penuaan Dini
Anggapan bahwa mandi malam mempercepat penuaan kulit juga tidak memiliki dasar ilmiah. Penuaan dini lebih dipengaruhi oleh faktor lain, seperti paparan sinar matahari berlebih, polusi, serta gaya hidup tidak sehat.

Baca juga: Gaya Hidup Hemat Jadi Strategi Bertahan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Kualitas tidur juga berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit. Saat tidur, tubuh melakukan proses regenerasi sel. Kurang tidur dapat menghambat proses ini, sehingga kulit tampak kusam dan kurang elastis—bukan karena mandi malam.

Paru-paru Basah Bukan Akibat Mandi Malam
Istilah paru-paru basah atau pneumonia sering dikaitkan dengan kebiasaan mandi malam. Padahal, penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur yang menyerang paru-paru.

Infeksi tersebut memicu penumpukan cairan di paru-paru, bukan karena paparan air saat mandi malam. Dengan kata lain, tidak ada hubungan langsung antara mandi malam dan risiko pneumonia.

Tidak Berkaitan dengan Asam Urat
Mitos lain yang berkembang adalah mandi malam dapat menyebabkan asam urat. Faktanya, penyakit ini terjadi akibat penumpukan kristal asam urat di persendian.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko asam urat antara lain konsumsi makanan tinggi purin, obesitas, serta kebiasaan mengonsumsi alkohol. Hingga kini, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa mandi malam menjadi pemicunya.

Baca juga: Self Reward Jadi Tren Gaya Hidup Sehat, Ini Manfaat dan Cara Menerapkannya

Tetap Aman, Asal Sesuai Kondisi Tubuh
Secara umum, mandi malam tergolong aman dilakukan, selama kondisi tubuh dalam keadaan fit. Bahkan, mandi air hangat di malam hari dapat membantu mengurangi stres, merilekskan otot, dan meningkatkan kualitas tidur.

Namun, bagi penderita gangguan sendi seperti rematik, disarankan menggunakan air hangat untuk menghindari rasa nyeri atau kaku.

Dengan memahami fakta ini, masyarakat diharapkan tidak lagi terjebak pada mitos yang belum terbukti kebenarannya. Mandi malam bukanlah kebiasaan berbahaya, selama dilakukan dengan cara yang tepat dan sesuai kebutuhan tubuh.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: