Banner Utama

Bahaya Makan Larut Malam, Kebiasaan Sepele yang Bisa Picu Masalah Kesehatan

Kesehatan
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Mar 29, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Kebiasaan makan malam di atas pukul 22.00 kerap dianggap wajar, terutama bagi masyarakat dengan aktivitas padat. Namun di balik kemudahannya, pola makan larut malam menyimpan sejumlah risiko kesehatan yang sering kali diabaikan. Mulai dari gangguan pencernaan hingga meningkatnya potensi penyakit kronis, kebiasaan ini dinilai perlu mendapat perhatian serius.

Sejumlah ahli kesehatan menyebutkan bahwa tubuh memiliki ritme biologis yang memengaruhi cara organ bekerja, termasuk sistem pencernaan. Pada malam hari, kinerja organ pencernaan cenderung melambat. Kondisi ini membuat makanan yang dikonsumsi terlalu larut tidak dapat dicerna secara optimal, terutama jika seseorang langsung beristirahat setelah makan.

Akibatnya, berbagai keluhan seperti perut kembung, rasa tidak nyaman, hingga meningkatnya asam lambung dapat muncul. Pada kasus tertentu, kondisi ini bahkan dapat memperparah gangguan seperti refluks asam atau GERD.

Tak hanya itu, makan larut malam juga berpotensi memicu kenaikan berat badan. Minimnya aktivitas fisik pada malam hari membuat kalori yang masuk tidak terbakar secara maksimal. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh.

Baca juga: Rutin Bergerak, Cara Sederhana Kendalikan Hipertensi Tanpa Obat

Dampak lain yang tak kalah penting adalah gangguan kualitas tidur. Konsumsi makanan berat, terutama yang tinggi lemak atau gula, dapat membuat tubuh tetap aktif saat seharusnya beristirahat. Hal ini menyebabkan tidur menjadi kurang nyenyak dan berujung pada rasa lelah di keesokan hari.

Lebih jauh, kebiasaan makan di atas jam 10 malam juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit metabolik. Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pola makan larut malam dengan risiko diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung, terutama jika disertai pola makan yang tidak sehat.

Meski demikian, kondisi ini masih dapat diantisipasi. Para ahli menyarankan agar masyarakat mulai mengatur waktu makan dengan lebih disiplin, idealnya 2–3 jam sebelum waktu tidur. Jika terpaksa makan larut malam, disarankan memilih makanan ringan yang mudah dicerna, seperti buah atau sup, serta menghindari makanan berlemak, pedas, dan tinggi gula.

Pengaturan porsi juga menjadi kunci penting untuk mengurangi dampak negatif. Selain itu, menjaga kualitas tidur tetap optimal dapat membantu tubuh menjalankan fungsi pemulihan dengan baik.

Dengan memahami berbagai risiko tersebut, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam mengatur pola makan harian. Pasalnya, kebiasaan sederhana seperti waktu makan ternyata memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan jangka panjang.

Baca juga: Kapan Penderita Hipertensi Perlu Minum Obat? Ini Penjelasan Lengkapnya

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: