Banner Utama

Jalan Vihara Bebas Pedagang Sejak Malam Ini, Penataan Pasar Wage Jadi Langkah Awal Kebangkitan Ekonomi Banyumas

Berita Advetorial
Banyumas Raya Daerah
By Hermiana  —  On Mar 22, 2026
Caption Foto : Pemindahan pedagang Jalan Vihara ke dalam pasar, Minggu (22/3/2026) malam, diawali dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Banyumas. (Foto : Hermiana).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Jalan Vihara kini resmi bebas dari aktivitas pedagang kaki lima sejak Minggu (22/3/2026) malam. Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah penataan Pasar Wage yang digagas Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk mengembalikan fungsi pasar sebagai pusat ekonomi rakyat yang tertib dan nyaman.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Banyumas, Gatot Eko Purwadi SE, menegaskan bahwa penataan ini merupakan solusi atas persoalan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

“Selama hampir 25 tahun kondisi di kawasan Jalan Vihara tidak tertata dengan baik, padahal dulu Pasar Wage merupakan pasar induk yang menjadi pusat aktivitas ekonomi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut juga merupakan respons atas berbagai keluhan masyarakat sejak 2018 terkait keberadaan pedagang di badan jalan yang dinilai mengganggu ketertiban dan akses lalu lintas.

Baca juga: Kapolresta Banyumas Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi dalam Pengungkapan Tambang Ilegal

Melalui penataan ini, para pedagang diarahkan untuk menempati area resmi di dalam Pasar Wage yang dinilai masih memiliki kapasitas mencukupi. DKUKMP juga turut membantu proses pembongkaran lapak semi permanen guna mempercepat penertiban kawasan.

“Sebagian besar pedagang kami bantu membongkar lapaknya. Harapannya, sejak malam ini hingga besok pagi kawasan Jalan Vihara sudah bersih dan tertata,” jelas Gatot.

Gatot menambahkan, pihaknya tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam proses penataan. Jika masih ditemukan pedagang yang berjualan di kawasan Jalan Vihara, maka akan dilakukan pendekatan secara persuasif.

Namun demikian, untuk pedagang makanan yang bersifat mobile menggunakan gerobak, masih diperbolehkan berjualan di kawasan tersebut.

“Kita tetap mengedepankan dialog dan pendekatan kepada pedagang, karena itulah pemindahan malam ini berjalan dengan kondusif,” tegasnya.

Baca juga: Jalur Rel Bumiayu Pulih Usai 14 Jam Penanganan, Perjalanan Kereta Kembali Normal

Caption : Kepala DKUKMP, Gatot Eko Purwadi berdialog dengan para pedagang. (Foto : Hermiana).

Penataan Ulang

Sementara itu, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menegaskan bahwa langkah ini bukan bentuk penggusuran, melainkan penataan yang mengedepankan kenyamanan bersama.

“Penataan dilakukan secara bertahap. Kami tidak menjanjikan perubahan instan, tetapi yang terpenting adalah konsistensi agar tercipta kondisi pasar yang aman, nyaman, dan tertib bagi pedagang maupun pembeli,” kata Sadewo saat meninjau langsung proses penataan.

Sebagai bagian dari rencana jangka panjang, Pemkab Banyumas menargetkan revitalisasi Pasar Wage dapat terealisasi pada tahun 2027. Konsep yang diusung adalah menghadirkan pasar tradisional yang lebih modern tanpa meninggalkan karakter khasnya.

Baca juga: Teknologi Jadi Jembatan Komunikasi, Telkom University Purwokerto Kembangkan Solusi bagi Penyandang Tunarungu

Kolaborasi dengan Pedagang Jadi Kunci

Dalam prosesnya, pemerintah melibatkan berbagai paguyuban pedagang, seperti Paguyuban Pedagang Pasar Wage (P3W) dan Paguyuban Pedagang Pagi Pasar Wage (P4WP), guna memastikan penataan berjalan secara humanis dan inklusif.

“Pedagang harus dimanusiakan dan dilibatkan dalam setiap kebijakan. Kami ingin mereka dapat berjualan dengan tenang sehingga roda perekonomian bisa berjalan bersama-sama,” tambah Sadewo.

Penataan ini menjadi momentum penting dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap Pasar Wage. Dengan lingkungan yang lebih tertib, akses yang lancar, serta kenyamanan yang meningkat, pasar ini diharapkan kembali ramai dikunjungi.

Caption : Caption Foto : Suasana Jalan Vihara saat pemindahan pedagang, Minggu (22/3/2026) malam, tetap kondusif. (Foto : Hermiana).

Baca juga: Kolaborasi Besar Digencarkan, Jawa Tengah Rancang Penanganan Menyeluruh Banjir Demak

Lebih dari sekadar penertiban, langkah ini juga menjadi edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menciptakan ekosistem pasar yang tertib, aman, dan berkelanjutan, serta mengembalikan fungsi jalan sebagaimana mestinya.

Di sisi lain, para pedagang mulai beradaptasi dengan kebijakan tersebut. Kuswanti, penjual pisang yang sebelumnya berjualan di Jalan Vihara, mengaku siap pindah ke dalam pasar meski telah memiliki pelanggan tetap.

“Pelanggan saya dari dapur-dapur MBG tahunya saya jualan di Jalan Vihara ini, tetapi karena kemarin kita mendapat kesempatan cukup lama untuk sosialisasi, saya sudah sampaikan kepada para pelanggan bahwa saya akan pindah ke dalam pasar,” tuturnya.

 Langkah DKUKMP yang sudah turun menyampaikan rencana sterilisasi Jalan Vihara kepada para pedagang sejak Agustus 2025, berhasil menghapus stigma bahwa penataan pasar tradisional selalu  diwarnai dengan kericuhan. Bahkan, di Pasar Wage Purwokerto pedagang membongkar lapak sediri untuk pindah ke dalam pasar. Dengan dukungan para pedagang dan konsistensi pemerintah, Pasar Wage diharapkan kembali menjadi jantung ekonomi Kota Purwokerto yang hidup, tertata, dan semakin diminati masyarakat.

Baca juga: Banjir Tanggul Jebol di Guntur Demak: Puluhan Rumah Rusak, Warga Butuh Air Bersih dan Perlengkapan Dasar

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: