Banner Utama

Muhammadiyah Soroti Krisis Moral Bangsa, Dorong Mahasiswa Jadi Agen Pencerahan

Pendidikan
By Vivin  —  On Jan 18, 2026
Caption Foto : Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Irwan Akib. (Foto : Dok. Muhammadiyah).

ORBIT-NEWS.COM, YOGYAKARTA – Maraknya kekerasan, praktik korupsi, serta masih kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap takhayul dinilai menjadi cermin persoalan mendasar bangsa Indonesia hari ini. Situasi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan belum sepenuhnya menyentuh aspek paling penting, yakni kualitas akal, moral, dan kesadaran manusia.

Pandangan itu disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Irwan Akib, dalam kuliah umum bersama civitas akademika dan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Bojonegoro yang digelar di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta.

Irwan menegaskan, berbagai problem sosial tersebut tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan struktural atau kebijakan semata. Dibutuhkan fondasi nilai dan cara pandang yang kokoh, salah satunya melalui Risalah Islam Berkemajuan, gagasan strategis Muhammadiyah yang dirumuskan dalam Muktamar 2022. Konsep Islam Berkemajuan, jelas Irwan, memiliki lima pilar utama: berlandaskan tauhid, bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah, menghidupkan tajdid dan ijtihad, mengembangkan sikap wasathiyah (moderat), serta menghadirkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.

"Islam Berkemajuan bukan sekadar slogan, tetapi gerakan pencerahan yang ditujukan untuk menjawab persoalan kemanusiaan, kemiskinan, krisis moral, hingga problem struktural yang dihadapi bangsa," tuturnya.

Lebih jauh, Irwan menekankan bahwa salah satu wujud paling nyata dari Islam Berkemajuan adalah gerakan ilmu pengetahuan. Ia mencontohkan langkah KH Ahmad Dahlan pada masa awal Muhammadiyah berdiri, yang menjadikan pendidikan sebagai instrumen utama pembebasan masyarakat. Menurutnya, kemerdekaan sejati tidak hanya berarti terbebas dari penjajahan fisik, tetapi juga dari ketertinggalan intelektual. Bangsa bisa merdeka secara politik, tetapi jika tertinggal dalam pengetahuan, maka sesungguhnya masih berada dalam bentuk penjajahan yang lain.

Baca juga: ParagonCorp Perluas Akses Pengembangan Kepemimpinan Mahasiswa Lewat Novo Club Batch 4

"Transformasi masyarakat harus dimulai dari transformasi akal. Cara berpikir yang rasional, kritis, dan tercerahkan menjadi kunci dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama secara bermakna," ucapnya.

Dalam konteks tersebut, Irwan mendorong mahasiswa untuk aktif berdialog, berani menyampaikan gagasan, serta terlibat dalam kegiatan ilmiah. Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai calon pemimpin dan penggerak perubahan di tengah masyarakat. Ia berharap lahir generasi muda Islam yang unggul secara keimanan, matang secara intelektual, serta luhur dalam akhlak. Keimanan yang kuat harus berjalan seiring dengan intelektualitas dan akhlakul karimah, agar kehadiran di masyarakat benar-benar memberi solusi.

Bekal tersebut akan menjadi modal penting ketika mahasiswa terjun langsung ke lapangan, menghadapi realitas sosial yang kompleks, serta dituntut untuk berkontribusi nyata dalam memecahkan persoalan umat dan bangsa.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: