ORBIT-NEWS.COM, YOGYAKARTA – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta menyiapkan sebanyak 1.374 lokasi pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah yang tersebar di berbagai wilayah kabupaten dan kota di DIY. Persiapan ini dilakukan untuk mengakomodasi masyarakat yang akan menunaikan Shalat Ied pada Jumat, 20 Maret 2026.
Ribuan titik pelaksanaan salat tersebut disiapkan oleh jaringan organisasi Muhammadiyah mulai dari tingkat wilayah hingga ranting, yakni melalui Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), hingga Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM).
Sekretaris PWM DIY, Arif Jamli Muis, menjelaskan bahwa penyediaan lokasi ini bertujuan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melaksanakan ibadah Shalat Idulfitri secara tertib dan nyaman.
“Seluruh titik tersebut diperuntukkan bagi jamaah yang akan melaksanakan Salat Idulfitri pada 20 Maret 2026. Kami berharap pelaksanaannya dapat berlangsung khusyuk dan tertib,” ujarnya.
Baca juga:
Harga BBM Subsidi Tetap hingga Akhir 2026, Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Berdasarkan data PWM DIY, lokasi salat tersebar di lima wilayah di DIY. Kabupaten Gunungkidul menjadi daerah dengan jumlah titik terbanyak, yakni 378 lokasi. Disusul Kabupaten Sleman dengan 303 titik, Kabupaten Bantul 276 titik, Kota Yogyakarta 236 titik, serta Kabupaten Kulon Progo sebanyak 181 titik.
Zero Waste Ied
Selain menyiapkan lokasi ibadah, Muhammadiyah DIY juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan selama pelaksanaan Salat Ied. Melalui gerakan “Salat Ied Minim Sampah” atau Zero Waste Ied, jamaah diimbau untuk mengurangi penggunaan barang sekali pakai serta menjaga kebersihan area salat.
Menurut Arif, kampanye tersebut merupakan bagian dari dakwah lingkungan atau ekoteologi yang tengah dikembangkan Muhammadiyah, sehingga ibadah tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga membawa dampak positif bagi kelestarian alam.
“Melalui gerakan ini kami mengajak jamaah untuk mewujudkan Shalat Ied yang minim sampah, sehingga ibadah menjadi lebih khusyuk, bermakna, dan sekaligus menjaga lingkungan,” jelasnya.
Baca juga:
Rekrutmen Akpol 2026 Dibuka, Polri Tegaskan Tanpa Jalur Khusus dan Diawasi Publik
Ia berharap gerakan tersebut dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat bahwa nilai-nilai keagamaan dapat berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan, khususnya pada momentum hari besar keagamaan seperti Idulfitri.