ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Pengembangan konsep pertanian industrial yang digagas Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Banyumas mendapat dukungan dari DPRD Banyumas. Konsep ini dinilai menjadi langkah strategis untuk memajukan sektor pertanian sekaligus membuka peluang kerja baru, khususnya bagi generasi muda di daerah tersebut.
Wakil Ketua DPRD Banyumas, Imam Ahfas S.Pd. M.Pd, menyampaikan bahwa potensi sumber daya manusia di Banyumas, terutama kalangan anak muda, sangat besar untuk mendukung transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern dan terintegrasi.
Menurutnya, saat ini banyak generasi muda yang tertarik terjun ke dunia pertanian. Namun, keterbatasan akses terhadap permodalan sering kali menjadi kendala utama yang menghambat mereka untuk memulai usaha di sektor tersebut.
“Banyak anak muda Banyumas sebenarnya ingin terjun ke sektor pertanian karena peluang kerja di sektor lain terbatas. Tetapi mereka kerap terkendala modal. Jika konsep pertanian industrial ini diwujudkan, maka akan terbuka kesempatan bagi anak-anak muda untuk berkiprah dan berkembang di bidang pertanian,” jelasnya, Rabu (18/3/2026).
Selain potensi sumber daya manusia, Kabupaten Banyumas juga memiliki kekuatan besar di sektor pertanian dan peternakan. Dengan dukungan kebijakan dan program yang tepat dari pemerintah daerah, potensi tersebut diyakini dapat dikembangkan menjadi sektor ekonomi yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Baca juga: Kapolresta Banyumas Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi dalam Pengungkapan Tambang Ilegal
Imam Ahfas mencontohkan keberhasilan sektor perikanan di wilayah Banyumas. Salah satunya adalah Desa Petarangan, Kecamatan Kemranjen, yang dikenal sebagai salah satu pemasok telur gurame berkualitas hingga ke luar Pulau Jawa.
“Keberhasilan di sektor perikanan ini menunjukkan bahwa Banyumas memiliki potensi besar. Konsep serupa dapat diterapkan di sektor pertanian agar pengelolaannya lebih modern, terstruktur, dan berorientasi pada skala industri,” terangnya.
Ia menambahkan, jika sektor pertanian dan perikanan dapat dikelola dengan pendekatan industrial, maka dampaknya tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Banyumas.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah terhadap kesejahteraan petani, Banyumas juga telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Asuransi Pertanian. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi petani dari berbagai risiko usaha pertanian.
“Perda Asuransi Pertanian menjadi bukti kehadiran pemerintah dalam melindungi petani. Ke depan, konsep pertanian industrial ini diharapkan dapat dikembangkan lebih luas, bahkan merambah sektor perikanan,” tuturnya.
Baca juga: Jalur Rel Bumiayu Pulih Usai 14 Jam Penanganan, Perjalanan Kereta Kembali Normal
Jatilawang Sebagai Pilot Project
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Arif Sukmo Bowono ST.MM mengatakan bahwa pengembangan pertanian industrial akan dimulai melalui proyek percontohan atau pilot project di Kecamatan Jatilawang.
Wilayah tersebut dipilih karena dinilai telah memiliki berbagai komponen pendukung yang cukup lengkap, mulai dari keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang aktif, sumber benih yang memadai, hingga pengelolaan alat dan mesin pertanian melalui Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) yang berjalan dengan baik.
“Kami ingin menyiapkan petani muda untuk memasuki era industrialisasi pertanian, di mana pengelolaan pertanian dilakukan secara profesional layaknya sebuah perusahaan,” kata Arif.
Dalam konsep ini, pola pelatihan pertanian juga akan lebih difokuskan kepada generasi muda. Mereka akan dibekali kemampuan manajerial serta wawasan kewirausahaan agar mampu melihat pertanian bukan hanya sebagai aktivitas tradisional, tetapi sebagai sektor industri yang menjanjikan.
Melalui pendekatan tersebut, proses produksi pertanian dapat direncanakan secara lebih terstruktur, termasuk pengaturan masa tanam, penggunaan teknologi, serta pengelolaan hasil panen yang terintegrasi.
“Dengan sistem industrial, berbagai kebutuhan seperti modal, benih, hingga teknologi dapat dikelola bersama secara lebih efisien. Hal ini juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak ketiga,” jelasnya.
Ke depan, pemerintah daerah juga berupaya memfasilitasi kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk konsep corporate farming, lembaga perbankan, penyedia benih, serta sektor pendukung lainnya.
Baca juga: Kolaborasi Besar Digencarkan, Jawa Tengah Rancang Penanganan Menyeluruh Banjir Demak
Melalui langkah ini, Banyumas diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian, tetapi juga melahirkan generasi petani muda yang inovatif dan berdaya saing. Dengan pengelolaan yang lebih modern dan terintegrasi, konsep pertanian industrial diyakini dapat menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.