ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA — Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menilai serangan Israel terhadap Iran menjadi sinyal eskalasi serius yang berpotensi mengguncang stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah. Ia mengingatkan, konflik terbuka antara dua kekuatan regional tersebut dapat memicu ketegangan yang lebih luas hingga menyeret aktor global.
Menurut Amelia, situasi yang memanas tidak hanya berdampak regional, tetapi juga berisiko memperlebar spektrum krisis di tingkat internasional.
“Eskalasi ini tidak hanya berdampak pada kawasan, tetapi juga bisa memperluas spektrum krisis secara global,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3/2026).
Ia pun meminta pemerintah Indonesia tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan mengedepankan jalur diplomasi dan hukum internasional. Indonesia, kata dia, perlu mengambil peran konstruktif untuk mendorong deeskalasi dan membuka ruang dialog guna mencegah konflik berkembang lebih jauh.
Selain aspek geopolitik, Amelia menyoroti potensi dampak ekonomi yang dapat langsung dirasakan Indonesia. Ia menilai gangguan pada distribusi energi global, terutama melalui jalur strategis seperti Selat Hormuz, berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tahun 2025, sekitar 30,39 persen kebutuhan minyak mentah untuk kilang BBM nasional masih dipenuhi melalui impor.
Baca juga: DPR Dorong Strategi Terpadu Hadapi Ancaman Krisis Pangan Global
“Kenaikan harga energi akan berimplikasi pada beban fiskal negara, tekanan inflasi, serta meningkatnya biaya produksi dan distribusi barang di dalam negeri,” jelas legislator Fraksi Partai NasDem tersebut.
Perkuat Ketahanan Energi
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa ketidakpastian global juga berpotensi menekan nilai tukar rupiah dan memengaruhi arus investasi. Dari sisi keamanan sosial, dinamika di Timur Tengah dikhawatirkan memicu polarisasi opini publik di dalam negeri jika tidak diantisipasi melalui komunikasi pemerintah yang akurat dan terukur. Karenanya, Amelia mendorong pemerintah segera memperkuat ketahanan energi nasional, termasuk mengamankan rantai pasok dan jalur maritim strategis Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian, optimalisasi cadangan energi strategis, serta diversifikasi sumber pasokan guna meredam risiko.
Di sisi perlindungan warga negara, ia meminta pemerintah menyiapkan langkah kontinjensi yang jelas bagi WNI di kawasan terdampak, termasuk kesiapan respons diplomatik cepat apabila situasi memburuk.
Pada level global, Amelia mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk mengambil peran mediasi yang lebih aktif. Menurutnya, mandat menjaga perdamaian internasional harus diwujudkan melalui langkah diplomatik kolektif agar eskalasi tidak berkembang menjadi konflik regional yang lebih destruktif.
Baca juga: Banjir Demak Kembali Telan Korban, Puan Desak Evaluasi Total Mitigasi dan Infrastruktur
“DK PBB memiliki mandat menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Karena itu, langkah diplomatik yang tegas dan kolektif menjadi krusial agar eskalasi tidak berkembang menjadi konflik regional yang lebih destruktif,” pungkasnya.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.