Banner Utama

Kementerian Pertanian Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026

Nasional
By Ariyani  —  On Feb 13, 2026
Caption Foto : Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaima. (Foto : Dok. Kementan).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, pemerintah memastikan ketersediaan pangan nasional berada dalam kondisi aman. Berdasarkan neraca pangan nasional hingga April 2026, Indonesia telah mencapai swasembada pada sembilan komoditas strategis, dengan posisi surplus yang kuat sebagai penyangga stabilitas pasokan.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa melimpahnya stok pangan menjadi dasar bagi pemerintah untuk menjaga harga tetap terkendali.

“Produksi kita tinggi, stok kita banyak. Yang sudah swasembada sembilan, yang tiga belum pun stoknya cukup. Jadi tidak ada alasan main-main,” ujarnya saat meresmikan Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional, Jumat (13/2/2026). 

Data neraca pangan menunjukkan bahwa beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah kini berada dalam posisi surplus. Stok yang melimpah ini diproyeksikan mampu menahan gejolak harga di tingkat konsumen selama Ramadan dan Idulfitri. Misalnya, stok beras nasional tercatat mencapai 3,4 juta ton pada Februari 2026, dua kali lipat dari kondisi normal 1–1,5 juta ton. Selain itu, pemerintah menyiapkan cadangan SPHP sebesar 1,5 juta ton dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram sebagai instrumen stabilisasi.

Sementara untuk komoditas lain, minyak goreng stok pemerintah mencapai 700 ribu ton, dengan harga maksimal Rp15.700 per liter. Harga acuan daging ayam ditetapkan Rp40.000 per kilogram, sedangkan daging sapi Rp140.000 per kilogram. 

Baca juga: Haedar Nashir Ajak Umat Islam Jadikan Ramadan 1447 H Momentum Penguatan Takwa dan Kemajuan Peradaban

Potensi Produksi 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, potensi produksi padi Januari–Maret 2026 diperkirakan mencapai 17,65 juta ton GKG, naik 15,8 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Potensi produksi beras diperkirakan 10,16 juta ton, meningkat 15,79 persen dari Januari–Maret 2025.

“Kita ingin memastikan masyarakat mendapat pangan cukup, aman, dan terjangkau. Kalau ada yang mencoba menaikkan harga tidak wajar, Satgas Pangan akan menindak tegas,” tegas Mentan Amran. Pemerintah fokus mengawasi pabrik, distributor utama, dan rantai pasok hulunya, bukan pedagang kecil.

Sebagai bagian dari strategi stabilisasi, pemerintah mulai hari ini melaksanakan Gerakan Pangan Murah Serentak di seluruh Indonesia. Program ini tidak hanya menyalurkan pangan murah, tetapi juga memperkuat monitoring distribusi di lapangan melalui kolaborasi lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan Satgas Pangan. Dengan persiapan stok yang melimpah, intervensi harga, dan pengawasan distribusi yang ketat, pemerintah optimistis Ramadan dan Idulfitri 2026 dapat berjalan lancar, tanpa gejolak harga pangan.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: