ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Merasa tubuh mudah lelah saat menjalani puasa kerap dialami banyak orang, terutama pada pekan-pekan awal. Meski tergolong wajar sebagai bagian dari proses adaptasi tubuh, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan. Jika dibiarkan, rasa lemas bisa menurunkan produktivitas harian dan dalam beberapa kasus menjadi sinyal gangguan kesehatan, seperti dehidrasi atau kurang istirahat.
Secara fisiologis, tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan pola makan dan penurunan kadar gula darah selama puasa. Adaptasi inilah yang sering memicu rasa tidak bertenaga. Selain itu, perubahan jam tidur, misalnya karena bangun sahur juga dapat menyebabkan kantuk dan kelelahan di siang hari.
Namun, puasa yang dijalankan dengan pola hidup sehat justru dapat memberikan manfaat, mulai dari kualitas tidur yang lebih baik hingga suasana hati yang lebih stabil. Karena itu, penting memahami cara menjaga stamina agar aktivitas tetap optimal.
Tubuh lemas saat puasa kadang berkaitan dengan kurangnya cairan. Kondisi ini biasanya disertai gejala lain, seperti:
Haus berlebihan
Baca juga: Rutin Bergerak, Cara Sederhana Kendalikan Hipertensi Tanpa Obat
Mulut dan kulit terasa kering
Urine berwarna kuning pekat atau jarang buang air kecil
Sakit kepala
Kram otot
Jika gejala tersebut muncul, peningkatan asupan cairan saat berbuka dan sahur menjadi langkah penting.
Baca juga: Kapan Penderita Hipertensi Perlu Minum Obat? Ini Penjelasan Lengkapnya
Strategi Agar Tubuh Tetap Bertenaga
Bila masih mengantuk, tidur sejenak setelah sahur diperbolehkan dengan jeda yang cukup setelah makan. Tidur siang singkat (power nap) sekitar 15–20 menit juga dapat membantu memulihkan energi.
Beberapa pilihan makanan yang dianjurkan antara lain:
Baca juga: Darurat TB di Indonesia: Setiap 4 Menit Satu Nyawa Melayang, Pemerintah Gaspol Eliminasi
Gandum utuh
Daging tanpa lemak
Sayuran hijau
Kacang-kacangan
Tahu dan tempe
Baca juga: Serat Jadi Kunci Hidup Sehat, Ini Manfaat Penting dan Sumber Terbaik yang Perlu Diketahui
Jenis makanan tersebut dicerna lebih lambat sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama. Hindari makan berlebihan karena justru dapat memicu kantuk, kembung, dan kenaikan berat badan.
Pola minum 2–4–2 bisa diterapkan:
2 gelas saat berbuka
4 gelas di malam hari sebelum tidur
Baca juga: Waspada! Ini Daftar Olahraga Berisiko bagi Penderita Diabetes
2 gelas saat sahur
Batasi minuman berkafein seperti kopi, teh pekat, dan soda karena bersifat diuretik yang dapat mempercepat kehilangan cairan. Alternatif yang lebih sehat adalah air putih atau jus buah tanpa gula tambahan.
Jalan kaki santai
Bersepeda ringan
Baca juga: Kenali Kelainan Refraksi Mata: Penyebab, Gejala, dan Cara Menjaga Penglihatan Tetap Tajam
Yoga
Durasi ideal sekitar 30 menit per sesi, dilakukan 3–5 kali per minggu, terutama menjelang berbuka atau setelah makan malam.
Beberapa nutrisi yang sering direkomendasikan antara lain vitamin D, vitamin B12, zat besi, kalsium, serta kombinasi vitamin C dan zinc untuk mendukung daya tahan tubuh.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.