ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjalin kerja sama strategis dengan Prefektur Shiga, Jepang, untuk menjadikan Danau Rawa Pening di Kabupaten Semarang sebagai pilot project pengelolaan lingkungan berbasis green economy. Proyek ini diharapkan tidak hanya memulihkan ekosistem danau, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyambut delegasi Shiga di kantornya, Rabu (11/2/2026). Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari Central Java Investment Business Forum pada Oktober 2025, di mana kedua pihak menyepakati langkah konkret kerja sama jangka panjang.
Sebelum pertemuan, delegasi Shiga meninjau kondisi Rawa Pening dari hulu hingga hilir dan menerima paparan terkait tantangan yang dihadapi, termasuk sedimentasi, pertumbuhan eceng gondok yang masif, serta pencemaran dari aktivitas domestik, pertanian, dan perikanan. Rawa Pening memiliki peran penting sebagai penyangga ekosistem, sumber air baku, pengendali banjir, serta penopang ekonomi lokal.
“Kolaborasi ini harus saling menguntungkan. Kebutuhan Jepang bisa didukung di Jawa Tengah, sementara potensi Jawa Tengah memberi manfaat bagi Jepang,” ujar Luthfi.
Ia menekankan, pembenahan Rawa Pening bukan sekadar proyek lingkungan, tetapi bagian dari strategi ketahanan air, energi, dan ekonomi masyarakat. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) menjadi tonggak kerja sama ini, mencakup ekonomi terbarukan, investasi berkelanjutan, dan transfer teknologi dari Prefektur Shiga, yang memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan Danau Biwa, danau terbesar di Jepang.
Baca juga: Obligasi Jadi Primadona Investasi Milenial dan Gen Z, Ini Alasan dan Cara Memulainya
Kepala Seksi Dinas Perdagangan, Perindustrian, Pariwisata, dan Tenaga Kerja Shiga, Takeshi Tominaga, menegaskan bahwa kunjungan ini lebih dari sekadar seremoni.
“Kami telah melihat kondisi lapangan dan memiliki sejumlah ide konkret untuk ditindaklanjuti bersama,” ujarnya.
Lima Klaster Strategis
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menjelaskan bahwa kerja sama ini mencakup lima klaster strategis, yaitu pengelolaan sampah dan limbah, konservasi DAS dan danau, pengembangan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan, infrastruktur dan pariwisata air, serta potensi investasi di sektor lingkungan dan energi. Kedua pihak sepakat membentuk joint task force dan forum lanjutan untuk implementasi nyata.
“Kedua belah pihak sepakat untuk melakukan tahap investigasi pendahuluan, pembentukan joint task force (satuan tugas gabungan), serta forum lanjutan sebagai tindak lanjut konkret,” kata Sakina.
Baca juga: Stasiun Purwokerto Jadi Panggung Budaya, Barongsai Meriahkan Libur Imlek
Selain Rawa Pening, delegasi Shiga dijadwalkan meninjau kawasan ekonomi di Jawa Tengah untuk menilai peluang investasi lainnya, menegaskan komitmen kedua wilayah dalam membangun kolaborasi internasional yang berkelanjutan dan strategis.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.