ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Kesehatan gigi dan gusi kerap dipandang sebatas urusan penampilan. Padahal, kondisi mulut yang tidak terawat dapat berdampak serius pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Sejumlah studi medis menunjukkan, infeksi pada gigi dan gusi berpotensi meningkatkan risiko penyakit berat, mulai dari infeksi paru-paru hingga penyakit jantung koroner.
Di dalam rongga mulut, hidup jutaan bakteri yang bisa berkembang tak terkendali jika kebersihan tidak dijaga dengan baik. Menyikat gigi memang menjadi kebiasaan dasar yang diajarkan sejak kecil, namun para ahli menegaskan bahwa langkah tersebut belum cukup untuk melindungi kesehatan gigi dan gusi secara menyeluruh.
Masalah pada gigi dan gusi yang dibiarkan tanpa penanganan dapat memicu infeksi serius. Bakteri dari mulut bisa menyebar ke jaringan lain, seperti rahang, leher, bahkan masuk ke aliran darah dan memengaruhi organ vital. Kondisi ini membuat perawatan gigi bukan lagi sekadar urusan estetika, melainkan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan tubuh.
Untuk mencegah risiko tersebut, perawatan gigi dan gusi sebenarnya dapat dilakukan secara sederhana di rumah, asalkan dilakukan secara rutin dan menyeluruh. Selain menyikat gigi dua kali sehari, ada beberapa langkah penting yang kerap diabaikan masyarakat.
Baca juga: Diet Raw Food Kian Populer, Tren Makan Tanpa Masak yang Diklaim Lebih Sehat
Pertama, penggunaan benang gigi atau dental floss. Sisa makanan yang terselip di sela-sela gigi sering kali tidak terjangkau oleh sikat gigi. Jika dibiarkan, sisa makanan ini dapat memicu peradangan gusi, gusi berdarah, hingga kerusakan gigi. Sejumlah penelitian menyebutkan, kebiasaan menggunakan benang gigi secara rutin efektif menurunkan risiko penyakit gusi.
Kedua, menghentikan kebiasaan merokok. Rokok diketahui dapat merusak jaringan gusi, menghambat aliran darah, serta mempercepat kerusakan tulang penyangga gigi. Perokok juga lebih rentan mengalami penumpukan plak, bau mulut kronis, bercak putih di mulut (leukoplakia), hingga kanker mulut.
Ketiga, menjaga pola makan. Konsumsi makanan tinggi gula dan minuman bersoda secara berlebihan dapat mempercepat terjadinya gigi berlubang dan abses gigi. Mengurangi asupan gula menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan mulut dalam jangka panjang.
Langkah berikutnya adalah berkumur menggunakan obat kumur. Obat kumur membantu membersihkan sisa makanan yang tersisa, menekan pertumbuhan bakteri, serta mencegah pembentukan plak. Untuk hasil optimal, berkumur dianjurkan selama 30 hingga 60 detik secara teratur.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa obat kumur tidak dapat menggantikan fungsi menyikat gigi maupun menghilangkan karang gigi. Untuk membersihkan karang gigi, tindakan scaling oleh dokter gigi tetap diperlukan.
Baca juga: Kenali Zona Detak Jantung Saat Olahraga, Kunci Latihan Aman dan Efektif
Selain perawatan mandiri di rumah, pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali menjadi langkah penting untuk mendeteksi dini masalah gigi dan gusi. Dengan perawatan yang tepat dan berkelanjutan, kesehatan mulut tidak hanya menjaga senyum tetap indah, tetapi juga melindungi tubuh dari berbagai risiko penyakit serius.