Banner Utama

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Wastam Ajak Warga Desa Pandak Bangun Solidaritas Kemanusiaan Dari Nilai Pancasila

Politik
By Redaksi  —  On Dec 21, 2025
Caption Foto : Anggota MPR RI, H. Wastam SE, SH, M.H di acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang diselenggarakan di Desa Pandak, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. (Foto : Dok. Tim Wastam).

ORBIR-NEWS.COM, BANYUMAS - Di tengah meningkatnya risiko bencana alam di berbagai daerah, penguatan nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial menjadi kebutuhan mendesak. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang diselenggarakan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) di Desa Pandak, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas.

Anggota MPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VIII, H. Wastam SE, SH, M.H, menyoroti pentingnya gotong royong sebagai kekuatan sosial bangsa Indonesia yang tidak tergantikan, terutama saat masyarakat menghadapi situasi darurat seperti bencana alam. Menurutnya, Pancasila Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengajarkan bahwa setiap warga negara memiliki tanggung jawab moral untuk saling peduli dan membantu tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi, maupun budaya.

“Gotong royong bukan hanya nilai budaya, tetapi juga strategi sosial untuk bertahan dan bangkit bersama. Ketika bencana datang, solidaritas masyarakat menjadi penopang utama sebelum bantuan formal tiba,” ujar Wastam.

Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak hanya berbicara soal infrastruktur atau logistik, tetapi juga kesiapan mental dan sosial masyarakat. Budaya saling menolong, kata dia, harus dibangun jauh sebelum bencana terjadi.

Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif melalui diskusi dan dialog terbuka. Sejumlah peserta berbagi pengalaman terkait bencana alam yang pernah terjadi di wilayah sekitar, termasuk tanah longsor dan banjir di daerah Jawa Tengah bagian selatan. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa dalam kondisi krisis, kepedulian warga sekitar sering kali menjadi bantuan pertama yang paling berarti bagi korban. Diskusi tersebut memperkaya pemahaman peserta bahwa nilai Pancasila tidak berhenti pada tataran konsep, melainkan hadir dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.

Menanggapi berbagai pandangan tersebut, Wastam menegaskan bahwa semangat gotong royong harus terus dirawat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, ketika bencana terjadi, masyarakat sudah memiliki ikatan sosial yang kuat dan siap bergerak bersama.

Baca juga: Jelang Ramadan, DPR Soroti Kesiapan Stok Pangan dan Peran Bulog Kendalikan Harga

Menutup kegiatan, Wastam berharap Desa Pandak dapat menjadi contoh bagaimana nilai-nilai kebangsaan diimplementasikan secara konkret di tingkat akar rumput. Ia menilai desa memiliki posisi strategis sebagai basis penguatan karakter bangsa.

“Ketahanan bangsa dimulai dari desa. Jika nilai kemanusiaan, kepedulian, dan persatuan tumbuh kuat di desa-desa, maka Indonesia akan menjadi bangsa yang tangguh menghadapi berbagai tantangan,” pungkasnya.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: