ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman (FEB Unsoed) bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Purwokerto dan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Purwokerto menggelar kegiatan ISEI Industry Matching. Kegiatan hybrid ini menyoroti isu ketahanan energi dan pengembangan konsep waste to energy sebagai langkah strategis mendukung ekonomi berkelanjutan di Indonesia.
Dekan FEB Unsoed sekaligus Ketua ISEI Cabang Purwokerto, Prof. Dr. Wiwiek Rabitul Adawiyah, menekankan pentingnya kolaborasi multipihak untuk menjawab tantangan energi dan lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, dan dunia usaha agar solusi yang dihasilkan lebih aplikatif,” ujarnya.
Prof. Wiwiek menambahkan, bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan teknologi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan kepada mahasiswa dan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Christoveny Chasnaf mengatakan, penguatan ekonomi berkelanjutan menjadi fokus penting dalam menjaga stabilitas nasional.
Baca juga: Polres Pekalongan Bagikan Bunga untuk Pemohon SIM Tepat Waktu
“Bank Indonesia mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui pengembangan energi alternatif berbasis limbah, sekaligus memperkuat stabilitas nasional,” katanya.
Christoveny menekankan bahwa kolaborasi semacam ini diharapkan mampu mendorong investasi di sektor energi terbarukan dan membuka peluang kerja baru di Purwokerto dan sekitarnya.
Ketahanan Energi
Acara juga menghadirkan keynote speech oleh Prof. Dr. Muliaman D. Hadad, Wakil Dewan Pengawas BPI Danantara, dengan tema “Peran Danantara dalam Mendukung Program Ketahanan Energi dan Waste to Energy”. Ia menekankan pentingnya pembiayaan proyek energi terbarukan untuk mendukung ketahanan energi dan pengelolaan lingkungan.
“Danantara berperan strategis dalam memperkuat pembiayaan sektor energi, khususnya waste to energy, yang berdampak pada ketahanan energi dan lingkungan,” jelas Prof. Muliaman.
Baca juga: Perkuat Sinergi dengan Balai POM, Wabup Banyumas Tegaskan Pentingnya Budaya Keamanan Pangan
Sebanyak 350 peserta mengikuti kegiatan ini, dengan 50 orang hadir secara langsung dan 300 peserta mengikuti secara daring. Sesi Focus Group Discussion (FGD) digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, sementara peserta melakukan kunjungan ke TPST Kaliori dan TPST Sokaraja Kulon untuk menyaksikan langsung pengelolaan sampah menjadi energi.
Rangkaian kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah diskusi, tetapi juga observasi langsung implementasi inovasi energi dari limbah. Diharapkan, hasil FGD dan kunjungan lapangan dapat melahirkan rekomendasi konkret untuk memperkuat kolaborasi akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha dalam membangun ketahanan energi dan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.