Banner Utama

Agar Berat Badan Tetap Stabil Saat Lebaran, Ini Tips Mengatur Pola Makan dan Aktivitas

Kesehatan
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Mar 08, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Lebaran menjadi momen yang dinanti banyak orang untuk berkumpul bersama keluarga dan menikmati berbagai hidangan khas hari raya. Sajian seperti opor ayam, rendang, hingga aneka kue kering kerap menghiasi meja makan dan sulit untuk dilewatkan. Namun di balik kelezatan tersebut, banyak orang juga dihadapkan pada kekhawatiran meningkatnya berat badan setelah perayaan.

Perubahan pola makan saat Lebaran sering kali menjadi penyebab utama. Konsumsi makanan tinggi gula, lemak, dan santan biasanya meningkat, sementara aktivitas fisik cenderung menurun karena waktu lebih banyak digunakan untuk bersilaturahmi atau beristirahat. Kondisi ini membuat tubuh lebih mudah menyimpan kelebihan energi dalam bentuk lemak.

Tidak sedikit orang beranggapan bahwa puasa selama Ramadan otomatis membuat berat badan turun. Padahal, jika asupan kalori saat berbuka hingga hari Lebaran tidak terkontrol, berat badan justru dapat meningkat. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan antara asupan makanan dan aktivitas tubuh menjadi hal penting selama masa perayaan.

Agar berat badan tetap stabil saat Lebaran, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan.

Salah satunya adalah mengatur porsi makan. Mengambil makanan dalam porsi kecil terlebih dahulu dapat membantu mengontrol jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh. Tubuh membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 menit untuk mengirimkan sinyal kenyang ke otak, sehingga memberi jeda sebelum menambah porsi dapat mencegah makan berlebihan.

Baca juga: Rutin Bergerak, Cara Sederhana Kendalikan Hipertensi Tanpa Obat

Selain itu, memilih makanan dengan komposisi yang lebih seimbang juga dianjurkan. Memperbanyak konsumsi sayur, buah, serta sumber protein rendah lemak dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Sementara makanan bersantan, gorengan, dan kue manis tetap bisa dinikmati, namun sebaiknya dalam jumlah terbatas.

Kebiasaan ngemil juga perlu diperhatikan. Camilan khas Lebaran seperti kue kering dan minuman manis umumnya tinggi gula serta kalori, tetapi rendah serat sehingga tidak terlalu mengenyangkan. Jika dikonsumsi berulang kali sepanjang hari, asupan kalori dapat meningkat tanpa disadari.

Menjaga kecukupan cairan juga menjadi langkah penting. Minum air putih sekitar delapan gelas per hari dapat membantu menjaga metabolisme tubuh sekaligus mengurangi keinginan makan berlebihan. Dalam beberapa kasus, rasa haus sering kali disalahartikan sebagai rasa lapar.

Di tengah suasana Lebaran yang identik dengan bersantai, masyarakat juga dianjurkan tetap aktif bergerak. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki setelah makan, membantu membereskan rumah, atau melakukan olahraga ringan selama 20 hingga 30 menit dapat membantu membakar kalori dan menjaga keseimbangan energi tubuh.

Selain pola makan dan aktivitas fisik, kualitas tidur juga berperan penting dalam menjaga berat badan. Tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam membantu menjaga keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Kurang tidur dapat memicu peningkatan nafsu makan, terutama terhadap makanan tinggi gula dan lemak.

Baca juga: Kapan Penderita Hipertensi Perlu Minum Obat? Ini Penjelasan Lengkapnya

Dengan menjaga pola makan yang seimbang, tetap aktif bergerak, serta memastikan waktu istirahat yang cukup, masyarakat tetap dapat menikmati hidangan Lebaran tanpa harus khawatir berat badan meningkat setelah hari raya. Kuncinya adalah tetap bijak dalam mengatur porsi dan menjaga keseimbangan gaya hidup selama masa perayaan.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: