Banner Utama

Mahasiswa Farmasi UMP Borong Penghargaan Internasional, Inovasi Deteksi Limbah dari Kulit Pisang Curi Perhatian

Caption Foto : Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) berhasil meraih Young Scientist Award dalam ajang Bio-Innovative Challenge 2026. (Foto : Dok. UMP).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO — Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah global. Tim dari Program Studi Farmasi berhasil meraih Young Scientist Award dalam ajang Bio-Innovative Challenge 2026 yang digelar di INTI International University, Malaysia.

Penghargaan tersebut diraih berkat inovasi bertajuk STRIPPO, sebuah prototipe strip sederhana untuk mendeteksi kandungan fenol pada limbah jus buah. Uniknya, teknologi ini memanfaatkan enzim polyphenol oxidase (PPO) yang diekstrak dari limbah kulit pisang, sehingga menghadirkan solusi ramah lingkungan dengan pendekatan “From Waste for Waste”.

Tim yang terdiri dari Oktaviany Salsabillah (ketua), Najwa Haya Asy Syahla, Muhammad Naufal Zaidaan, dan Syifa Permata Buana dinilai mampu menghadirkan inovasi aplikatif yang tidak hanya relevan di bidang kesehatan, tetapi juga menjawab persoalan lingkungan.

Ketua tim, Oktaviany Salsabillah mengatakan, pencapaian tersebut menjadi hasil dari proses panjang yang penuh tantangan. Ia menyebut, tim harus melalui berbagai tahapan mulai dari pencarian ide hingga pengembangan produk yang layak dipresentasikan di tingkat internasional.

“Kami sangat bersyukur dan bangga. Semua usaha, mulai dari riset, pembuatan prototipe, hingga penyusunan materi presentasi akhirnya membuahkan hasil,” tuturnya.

Baca juga: Mulai 1 Mei 2026, Jadwal KA di Wilayah Purwokerto Berubah, Ini Daftar Lengkap dan Rutenya

Persaingan Ketat

Ia menambahkan, kompetisi tersebut memiliki tingkat persaingan yang ketat karena diikuti oleh peserta dari berbagai negara dengan inovasi unggulan masing-masing. Dalam prosesnya, tim bahkan harus mengorbankan waktu istirahat demi menyempurnakan proyek.

Menurut Oktaviany, peran dosen pembimbing juga menjadi faktor kunci keberhasilan tim. Arahan yang diberikan membantu mereka tetap berada pada jalur penelitian yang sesuai dengan tema kompetisi.

Sementara itu, Dekan Fakultas Farmasi UMP, Assoc. Prof. apt. Binar Asrining Dhiani Ph.D., menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian mahasiswa tersebut. Ia menilai inovasi STRIPPO menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghadirkan solusi konkret terhadap permasalahan nyata.

“Ini adalah pencapaian luar biasa di tingkat internasional. Inovasi yang dikembangkan tidak hanya kreatif, tetapi juga memberikan dampak pada isu lingkungan dan kesehatan,” ujarnya.

Baca juga: Rotasi Besar di Polres Kebumen, Kompol Andre Resmi Jadi Wakapolres Baru

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari bimbingan dosen yang kompeten di bidangnya, termasuk apt. Suparman, Ph.D., yang turut mengarahkan pengembangan riset tim.


Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: