Banner Utama

Ancaman Struktur Jembatan, Daop 5 Batasi Operasi Kereta di Lintas Prupuk–Linggapura

Banyumas Raya Daerah
By Hermiana  —  On Apr 10, 2026
Caption Foto : Daop 5 Purwokerto memberlakukan sistem perjalanan bergantian di jalur lintas Prupuk-Linggapura, karena kondisi strutur jembatan rel ganda yang berpotensi membahayakan. (Foto : Dok. Daop 5 Purwokerto).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto mengambil langkah cepat dengan membatasi operasional perjalanan kereta api di lintas Prupuk–Linggapura, mulai Jumat (10/4/2026). Kebijakan ini diberlakukan setelah ditemukan potensi gangguan pada struktur Jembatan Rel Ganda Bangunan Hikmat (BH) No. 1109 yang dinilai berisiko terhadap keselamatan perjalanan.

Pembatasan dilakukan dengan menutup sementara jalur hulu dan memberlakukan sistem perjalanan bergantian menggunakan jalur hilir. Dengan skema ini, kereta tetap dapat melintas, namun harus diatur secara ketat untuk menjaga keamanan operasional.

Manager Humas Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengungkapkan bahwa kerusakan terdeteksi pada beberapa bagian penting jembatan, seperti drempel, pilar, dan talud. Kondisi tersebut dipicu oleh meningkatnya debit air sungai akibat hujan berintensitas tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

“Peningkatan volume air berdampak pada stabilitas struktur penyangga jembatan, sehingga perlu dilakukan langkah pengamanan segera,” terangnya.

Sebagai bagian dari prosedur keselamatan, Daop 5 memberlakukan Semboyan 3, yakni tanda bahwa jalur di depan tidak aman untuk dilalui secara normal. Dalam kondisi ini, setiap perjalanan kereta diwajibkan berhenti sebelum memasuki area terdampak dan hanya dapat melanjutkan perjalanan setelah mendapat izin petugas dengan tingkat kewaspadaan tinggi.

Baca juga: Penumpang KAI Daop 5 Purwokerto Melonjak 29 Persen di Awal 2026

Penguatan Struktur Jembatan

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Daop 5 Purwokerto tengah melakukan pekerjaan perkuatan struktur menggunakan metode steel sheet pile. Proses ini dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, terutama saat debit air sungai mulai surut agar pekerjaan dapat berjalan optimal.

Selain itu, pemantauan dilakukan secara intensif dengan menempatkan petugas di sekitar lokasi guna memastikan kondisi tetap terkendali. Langkah ini juga bertujuan untuk mempercepat proses penanganan agar jalur dapat segera kembali beroperasi normal.

Daop 5 memastikan bahwa pembatasan ini bersifat sementara dan akan dicabut setelah kondisi dinyatakan aman, termasuk ketika faktor cuaca dan debit air sudah kembali stabil.

“Kami memahami adanya potensi keterlambatan perjalanan yang mungkin terjadi. Namun, keselamatan penumpang dan operasional kereta api tetap menjadi prioritas utama,” ucap As’ad.

Baca juga: Tersengat Kabel Listrik Saat Perbaiki Atap, Satu Pekerja di Karanggayam Tewas, Rekannya Kritis


Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: