Banner Utama

3.719 Relawan Medis Bergerak Serentak Layani Warga Terdampak Bencana Aceh

Kesehatan Nasional
By Ariyani  —  On Jan 06, 2026
Caption Foto : Sebanyak 3.719 relawan kesehatan telah dikerahkan sejak awal bencana untuk mendukung pelayanan kesehatan di wilayah terdampak di Provinsi Aceh. (Foto : Dok. Kemenkes).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Upaya menjaga keberlangsungan layanan kesehatan di tengah bencana di Provinsi Aceh terus diperkuat. Hingga saat ini, sebanyak 3.719 relawan kesehatan telah dikerahkan untuk melayani masyarakat di wilayah terdampak, menyusul meningkatnya kebutuhan pelayanan medis dan kesehatan lingkungan pascabencana.

Seluruh relawan tersebut dimobilisasi melalui Health Emergency Operation Center (HEOC), pusat kendali darurat milik Kementerian Kesehatan yang sejak hari pertama bencana bertugas mengoordinasikan penempatan dan pergerakan tenaga kesehatan. HEOC beroperasi penuh hingga hari ketiga di seluruh daerah terdampak untuk memastikan respons kesehatan berlangsung cepat dan terukur.

Berdasarkan laporan kumulatif Sub Klaster Pelayanan Kesehatan, relawan tersebar di 18 kabupaten/kota serta tingkat provinsi. Dua wilayah dengan jumlah relawan terbanyak adalah Kabupaten Pidie Jaya yang menerima dukungan 1.065 tenaga kesehatan dan Kabupaten Aceh Tamiang dengan 923 relawan. Penempatan ini disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan layanan di masing-masing daerah.

Seiring berjalannya waktu, relawan mulai ditempatkan langsung di fasilitas pelayanan kesehatan. Saat ini, pelayanan medis berlangsung di sekitar 309 puskesmas, 23 rumah sakit pemerintah, termasuk RSUD dan RS milik TNI/Polri, serta 377 pos kesehatan yang menjangkau lebih dari 1.000 lokasi pengungsian.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Agus Jamaludin, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi faktor penentu keberhasilan pelayanan kesehatan di situasi darurat.

Baca juga: Diet Raw Food Kian Populer, Tren Makan Tanpa Masak yang Diklaim Lebih Sehat

“Koordinasi yang intensif kami lakukan agar tidak ada wilayah yang luput dari layanan kesehatan. Distribusi relawan terus kami evaluasi sesuai perkembangan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Menurut Agus, tantangan utama saat ini terletak pada pengaturan rotasi relawan. Rata-rata masa penugasan relawan berlangsung selama 10 hingga 12 hari, sehingga penggantian personel harus dilakukan secara terencana agar tidak mengganggu kontinuitas pelayanan.

Dari sisi komposisi, relawan didominasi tenaga medis lapangan. Perawat menjadi kelompok terbesar dengan 923 orang, diikuti tenaga kesehatan lainnya sebanyak 766 orang, dokter umum 736 orang, dan dokter spesialis 264 orang. Selain itu, terdapat 179 apoteker, 124 bidan, serta 350 tenaga non-kesehatan yang mendukung operasional layanan kesehatan.

Tak hanya tenaga medis, berbagai profesi pendukung juga diterjunkan untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga. Mereka meliputi tenaga sanitasi lingkungan, logistik, gizi, psikolog klinis, hingga entomolog kesehatan yang berperan dalam pencegahan penyakit menular pascabencana.

Dari sisi asal instansi, mayoritas relawan berasal dari unsur pemerintah sebanyak 2.399 orang. Kontribusi signifikan juga datang dari perguruan tinggi dengan 780 relawan, organisasi non-pemerintah atau LSM sebanyak 307 orang, serta organisasi profesi yang mengerahkan 233 tenaga.

Baca juga: Haedar Nashir Ajak Umat Islam Jadikan Ramadan 1447 H Momentum Penguatan Takwa dan Kemajuan Peradaban

Dengan sinergi berbagai pihak, pemerintah berharap layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh dapat terus berjalan optimal, sekaligus mencegah munculnya krisis kesehatan lanjutan di wilayah pengungsian.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: