Banner Utama

Manfaat dan Risiko Sinar Matahari: Penting untuk Tubuh, Tapi Tak Boleh Berlebihan

Kesehatan
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Apr 08, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Paparan sinar matahari kerap dianggap sebagai “musuh” bagi sebagian orang karena identik dengan kulit kusam hingga penuaan dini. Namun di balik kekhawatiran tersebut, sinar matahari justru memiliki peran penting bagi kesehatan tubuh jika dimanfaatkan secara tepat.

Dari sudut pandang medis, sinar matahari, terutama pada pagi hari, memberikan sejumlah manfaat penting, mulai dari menjaga kesehatan tulang hingga membantu penanganan beberapa penyakit kulit.

Salah satu manfaat utama sinar matahari adalah merangsang produksi vitamin D dalam tubuh. Vitamin ini berperan penting dalam membantu penyerapan kalsium, sehingga menjaga kekuatan tulang. Selain itu, vitamin D juga berkontribusi dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh, yang membantu melindungi dari berbagai infeksi.

Para ahli menyarankan paparan sinar matahari selama 15–20 menit, sekitar tiga kali seminggu. Waktu yang dianjurkan adalah pukul 09.00–10.00 pagi atau setelah pukul 16.00 sore, dengan tetap menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit.

Baca juga: Rutin Bergerak, Cara Sederhana Kendalikan Hipertensi Tanpa Obat

Tak hanya itu, sinar matahari juga dimanfaatkan dalam dunia medis sebagai terapi pendukung untuk sejumlah kondisi. Paparan sinar ultraviolet (UV) dapat membantu mencegah rakitis pada anak akibat kekurangan vitamin D. Selain itu, terapi sinar UV juga kerap digunakan untuk membantu mengendalikan penyakit kulit seperti vitiligo dan psoriasis.

Pada bayi, sinar matahari bahkan dapat membantu mengurangi gejala penyakit kuning. Meski demikian, paparan harus dilakukan dengan hati-hati, yakni dalam durasi singkat dan dengan perlindungan yang memadai.

Efek Negatif

Namun, manfaat tersebut tidak berarti sinar matahari aman tanpa batas. Paparan berlebihan justru dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Salah satu yang paling umum adalah kulit terbakar (sunburn), terutama jika berada di bawah sinar matahari terlalu lama tanpa perlindungan.

Selain itu, radiasi UV juga dapat mempercepat penuaan dini, ditandai dengan munculnya keriput, kulit kering, dan bintik hitam. Dampak lain yang tak kalah serius adalah gangguan pada mata, seperti kerusakan kornea hingga peningkatan risiko katarak.

Baca juga: Kapan Penderita Hipertensi Perlu Minum Obat? Ini Penjelasan Lengkapnya

Dalam jangka panjang, paparan sinar matahari berlebih juga dapat meningkatkan risiko kanker kulit akibat kerusakan sel-sel kulit yang terjadi secara terus-menerus.

Melihat manfaat dan risikonya, para ahli menekankan pentingnya keseimbangan dalam terpapar sinar matahari. Paparan yang cukup dan terukur dapat memberikan manfaat besar bagi tubuh, sementara paparan berlebihan justru berpotensi membahayakan kesehatan.

Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat diharapkan tidak lagi sepenuhnya menghindari sinar matahari, melainkan memanfaatkannya secara bijak sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: