ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS – Aktivitas persiapan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banyumas mendadak berubah menjadi kepanikan. Sebanyak 22 relawan mengalami luka-luka setelah sebuah oven pengering ompreng meledak di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Krajan, Kecamatan Pekuncen, Kamis (6/2/2026) pagi.
Ledakan yang terjadi sekitar pukul 10.40 WIB itu terdengar hingga radius hampir satu kilometer dan sempat membuat warga sekitar panik. Aparat kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa, namun sejumlah relawan harus mendapatkan perawatan medis akibat serpihan kaca dan benturan benda keras.
Tim Inafis Polresta Banyumas bersama jajaran Polsek Pekuncen langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut. Sejumlah saksi juga dimintai keterangan, termasuk para relawan yang berada di lokasi saat ledakan terjadi.
Kepala Polsek Pekuncen AKP Slamet Husein menjelaskan, pihaknya menerima laporan adanya suara ledakan keras dari area SPPG dan segera mendatangi lokasi.
“Setelah mendapat informasi adanya suara keras, anggota langsung melakukan pengecekan ke lokasi dan ditemukan adanya peristiwa ledakan,” kata Slamet.
Baca juga: Keluhan Opsen PKB Menguat, Ketua DPRD Banyumas Dorong Kajian Menyeluruh dan Transparan
Hasil pemeriksaan awal mengarah pada oven atau alat pengering yang digunakan dalam proses pengeringan ompreng sebagai sumber ledakan. Saat kejadian, relawan tengah melakukan uji coba dapur sebagai bagian dari persiapan operasional program MBG.
Dari total korban, sebagian besar hanya mengalami luka ringan dan telah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan. Namun, dua relawan masih menjalani pemeriksaan lanjutan.
“Satu korban mengalami luka di bagian kaki dan satu lainnya diduga mengalami luka bakar ringan,” ujar Slamet.
Belum Beroperasi
Baca juga: Jaga Kekhusyukan Ramadan, Polresta Banyumas Tingkatkan Patroli di Jam Rawan
Kepala SPPG Desa Krajan, Elvin Subekti, menegaskan bahwa dapur MBG tersebut belum beroperasi secara resmi. Aktivitas yang berlangsung saat kejadian merupakan rangkaian uji coba internal menjelang rencana operasional pada 9 Februari 2026.
“SPPG ini belum melayani pendistribusian makanan. Kegiatan hari ini merupakan uji coba dan pembersihan dapur untuk persiapan operasional,” jelas Elvin.
Ia menambahkan, seluruh relawan dari berbagai divisi terlibat dalam kegiatan tersebut, mulai dari pemorsian, memasak, pencucian ompreng, kebersihan, keamanan, hingga asisten lapangan. Para relawan mulai bekerja sejak pukul 09.00 WIB.
“Pada dua hari sebelumnya, oven yang sama telah digunakan dan berfungsi normal,” katanya.
Akibat ledakan tersebut, 10 relawan sempat dibawa ke puskesmas. Delapan di antaranya mengalami luka ringan akibat pecahan kaca, sementara dua orang dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, Kepala Desa Krajan, Muflichudin, mengatakan ledakan tersebut sempat memicu kepanikan warga karena terdengar sangat keras. Ia memastikan kondisi desa kini telah kembali kondusif dan seluruh korban sudah mendapatkan penanganan medis sesuai kebutuhan. Dua korban yang dirujuk ke rumah sakit diketahui merupakan warga Desa Krajan.
“Warga sempat berlarian keluar rumah. Saat itu ada kegiatan posyandu di sekitar lokasi, banyak yang mengira suara berasal dari trafo listrik,” ujarnya.
Hingga kini, kepolisian masih mendalami penyebab pasti ledakan sekaligus mengevaluasi standar keselamatan peralatan dapur yang digunakan dalam persiapan program MBG tersebut.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.