ORBIT-NEWS.COM, KOTA PEKALONGAN - Terobosan di sektor pertanian mulai digencarkan di wilayah pesisir Pekalongan Utara. Melalui pengembangan demplot berbasis digital farming dan penerapan teknologi bioremediasi, petani kini memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan produktivitas padi di lahan yang selama ini terdampak intrusi air laut.
Selama bertahun-tahun, tingginya kadar garam atau salinitas tanah menjadi tantangan utama bagi petani pesisir. Kondisi ini kerap menyebabkan penurunan hasil panen, bahkan tidak jarang berujung pada gagal tanam. Namun, melalui inovasi berbasis teknologi, persoalan tersebut mulai mendapatkan solusi yang lebih terukur.
Asisten Manajer Unit Pengembangan UMKM Bank Indonesia Tegal, Muhammad Abror Widigdo, menjelaskan bahwa pihaknya turut mendukung pengembangan pertanian modern melalui pembangunan lahan percontohan (demplot) seluas tiga hektare. Demplot ini dilengkapi sistem digital yang memungkinkan pemantauan kondisi tanaman secara real-time.
“Pemanfaatan aplikasi digital ini membantu petani dalam memantau kondisi lahan dan tanaman secara lebih akurat, sehingga pengambilan keputusan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat,” ujarnya.
Pusat Pengembangan Benih Padi
Baca juga:
Jalur Rel Bumiayu Pulih Usai 14 Jam Penanganan, Perjalanan Kereta Kembali Normal
Tidak hanya difokuskan untuk produksi beras konsumsi, sebagian area demplot juga disiapkan sebagai pusat pengembangan benih padi biosalin. Varietas ini dikenal memiliki ketahanan lebih baik terhadap kadar garam tinggi, sehingga diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang bagi petani di wilayah pesisir.
Abror menambahkan, penggunaan teknologi pertanian presisi menjadi kunci dalam menekan risiko kerugian akibat faktor lingkungan. Dengan pendekatan berbasis data, petani dapat mengantisipasi perubahan kondisi lahan maupun cuaca yang selama ini sulit diprediksi.
“Dengan teknologi yang lebih presisi, risiko gagal panen bisa ditekan, dan produktivitas di lahan pesisir dapat terus ditingkatkan,” katanya.
Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa lahan bekas rob tidak sepenuhnya kehilangan potensi. Dengan dukungan inovasi dan penerapan teknologi yang tepat, kawasan pesisir justru dapat dikembangkan menjadi sentra produksi pangan yang berkelanjutan. Inovasi tersebut diharapkan mampu mendorong transformasi pertanian di daerah pesisir, sekaligus meningkatkan kesejahteran petani melalui hasil panen yang lebih stabil dan berkualitas.