Banner Utama

Advokasi Berbasis Data, LPPSLH dan Mahasiswa UIN Saizu Petakan 166 Titik Jalan Rusak di Purwokerto

Banyumas Raya Pendidikan
By Hermiana  —  On Jan 26, 2026
Caption Foto : Lembaga Penelitian Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup (LPPSLH) bersama mahasiswa Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) meluncurkan “Peta Jalan Rusak Purwokerto”. (Foto : Dok. LPPSLH).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Keluhan warga soal jalan berlubang di Purwokerto kini tidak lagi berhenti sebagai keluh kesah di ruang publik. Lembaga Penelitian Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup (LPPSLH) bersama mahasiswa Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) menghadirkan pendekatan baru dengan meluncurkan “Peta Jalan Rusak Purwokerto”, sebuah peta digital yang memuat data kerusakan jalan secara faktual dan terverifikasi.

Inisiatif ini lahir dari kegiatan “Ekspedisi Jalan Rusak Purwokerto” yang dilaksanakan oleh tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Angkatan 29 UIN Saizu. Selama sepekan, mulai 15 hingga 21 Januari 2026, tim turun langsung ke lapangan untuk mendata kondisi jalan utama dan jalur penghubung strategis di wilayah Kota Purwokerto.

Hasilnya, tim mencatat sebanyak 166 titik lubang jalan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, mulai dari lubang kecil hingga kerusakan berat yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Temuan tersebut kemudian diolah dalam bentuk peta digital yang menampilkan sebaran titik kerusakan secara spasial.

Direktur LPPSLH, Dr. Barid Hardiyanto, menjelaskan bahwa gerakan ini dirancang sebagai model advokasi publik berbasis bukti. Menurutnya, data lapangan yang akurat menjadi kunci agar aspirasi masyarakat dapat ditindaklanjuti secara konkret oleh pemerintah.

Baca juga: ParagonCorp Perluas Akses Pengembangan Kepemimpinan Mahasiswa Lewat Novo Club Batch 4

“Kami ingin mengubah keluhan menjadi data yang bisa diproses. Dengan peta digital dan dokumentasi visual yang lengkap, pemerintah daerah memiliki dasar yang jelas untuk segera melakukan perbaikan. Ini bukan sekadar kritik, tetapi tawaran solusi berbasis teknologi,” ujarnya.

Untuk memperluas jangkauan informasi, LPPSLH dan tim mahasiswa juga memanfaatkan media sosial. Dokumentasi video kondisi jalan diunggah secara berkala melalui akun TikTok @lppslh.or.id, serta disebarluaskan lewat Instagram, Facebook, dan grup WhatsApp komunitas. Strategi ini ditujukan untuk membangun kesadaran publik sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan layanan publik.

Salah satu anggota tim, Irfatul Azqiah, menilai keterlibatan mahasiswa dalam ekspedisi ini menjadi pengalaman penting dalam pengabdian kepada masyarakat. “Kami tidak hanya belajar di kelas, tetapi langsung terlibat memetakan persoalan nyata di lingkungan sekitar. Kemampuan digital yang kami miliki bisa digunakan untuk mendorong perubahan,” katanya.

Ke depan, LPPSLH berencana menyerahkan Peta Jalan Rusak Purwokerto kepada berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, jurnalis, akademisi, tokoh masyarakat, hingga influencer lokal. Lembaga ini berharap Pemerintah Kabupaten Banyumas segera merespons data tersebut dengan langkah perbaikan di lapangan.

Selain itu, model advokasi berbasis data ini diharapkan dapat menjadi proyek percontohan untuk pemantauan layanan publik lainnya, seperti pengelolaan sampah, penerangan jalan umum, hingga sistem drainase, demi mewujudkan tata kelola kota yang lebih responsif, transparan, dan berpihak pada keselamatan warga.

Baca juga: Lansia di Sruweng Tewas Tersengat Listrik Saat Cari Rumput, Polisi Imbau Warga Waspada Instalasi Berbahaya

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: