Banner Utama

Polres Kebumen Ungkap Kasus Begal JLSS, Pengawasan Orangtua Jadi Sorotan

Caption Foto : Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama memperlihatkan barang bukti kasus begal di Jalan Lintas Selatan (JLSS), Senin (6/4/2026). (Foto : Dok. Polres Kebumen).

ORBIT-NEWS.COM, KEBUMEN — Polres Kebumen mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Jalan Lintas Selatan (JLSS) wilayah Mirit, Kabupaten Kebumen. Peristiwa ini tidak hanya menjadi perhatian dari sisi penegakan hukum, tetapi juga menyoroti pentingnya peran orangtua dalam mengawasi anak.

Kasus yang terjadi pada Senin dini hari, 5 Januari 2026 lalu, melibatkan tiga pemuda berinisial AN (21), AA (19), dan AH (18). Mereka diduga menghadang seorang pengendara bernama Saputra yang tengah berboncengan dengan istrinya, kemudian merampas telepon genggam dan uang tunai dengan ancaman senjata tajam.

Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menyampaikan, ketiga pelaku berhasil diamankan setelah tim Resmob melakukan penyelidikan. Saat ini, para tersangka telah ditahan dan dijerat dengan pasal pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman hingga sembilan tahun penjara.

“Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pengawasan terhadap anak, khususnya remaja, sangat penting untuk mencegah mereka terlibat dalam tindak kriminal,” kata Kapolres, Senin (6/4/2026).

Ia menambahkan, peran keluarga sangat krusial dalam membentuk karakter dan perilaku anak. Minimnya pengawasan, kurangnya komunikasi, serta pergaulan yang tidak terarah dapat menjadi faktor yang mendorong anak terjerumus ke dalam tindakan melanggar hukum.

Baca juga: Kapolresta Banyumas Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi dalam Pengungkapan Tambang Ilegal

Menurutnya, kehadiran orangtua tidak hanya sebatas fisik, tetapi juga harus disertai kedekatan emosional. Anak-anak di usia rentan membutuhkan perhatian dan bimbingan agar tidak terpengaruh lingkungan negatif.

Komunikasi Terbuka Orangtua dan Anak

Sementara itu, Kasatreskrim AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata menekankan pentingnya membangun komunikasi terbuka antara orangtua dan anak. Pendekatan yang hangat dinilai lebih efektif dibandingkan kontrol yang bersifat menekan.

“Orangtua tidak hanya memberi larangan, tetapi juga perlu membangun dialog agar anak merasa didengar dan diarahkan dengan baik,” ujarnya.

Selain keluarga, kepolisian juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman bagi anak dan remaja. Kepedulian sosial dinilai dapat menjadi langkah pencegahan terhadap potensi kejahatan.

Baca juga: Jalur Rel Bumiayu Pulih Usai 14 Jam Penanganan, Perjalanan Kereta Kembali Normal

Kasatreskrim berharap, dengan pengawasan yang lebih baik dari keluarga dan lingkungan, anak-anak tidak hanya terhindar dari menjadi korban, tetapi juga tidak terlibat sebagai pelaku tindak kriminal.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: