Banner Utama

Mahasiswa UNDIP Ciptakan Biocoolant dari Limbah Biodiesel, Teknologi AI Tingkatkan Efisiensi Industri Ramah Lingkungan

Pendidikan
By Vivin  —  On Mar 29, 2026
Caption Foto : Siti Hibatirrohmah, mahasiswa UNDIP yang mengembangkan produk pendingin industri (biocoolant) berbasis limbah gliserol yang dipadukan dengan teknologi kecerdasan buatan. (Foto : Dok. UNDIP).

ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG — Upaya mendorong industri yang lebih berkelanjutan kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP). Kali ini, inovasi datang dari Sekolah Vokasi melalui pengembangan produk pendingin industri (biocoolant) berbasis limbah gliserol yang dipadukan dengan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Inovasi tersebut digagas oleh Siti Hibatirrohmah dari Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri. Ia memanfaatkan gliserol, limbah hasil samping produksi biodiesel, yang selama ini kurang dimanfaatkan, untuk diolah menjadi produk bernilai tinggi dan lebih ramah lingkungan.

Dalam proses pengembangannya, Siti menerapkan metode pemurnian menggunakan teknologi ultrafiltrasi membran. Teknik ini memungkinkan pemisahan berbagai kontaminan seperti metanol dan asam lemak dari gliserol secara lebih efektif, sehingga menghasilkan bahan baku yang lebih bersih untuk diolah menjadi biocoolant.

Yang membedakan riset ini dari penelitian serupa adalah integrasi teknologi AI dalam proses pemurnian. Sistem berbasis AI digunakan untuk menganalisis parameter secara real-time, mengoptimalkan performa membran, hingga memprediksi tingkat kemurnian gliserol dengan akurasi tinggi.

“Pemanfaatan AI membantu kami memahami kondisi proses secara lebih cepat dan akurat, sehingga pemurnian gliserol bisa dilakukan lebih efisien dibandingkan metode konvensional,” jelas Siti.

Baca juga: Teknologi Jadi Jembatan Komunikasi, Telkom University Purwokerto Kembangkan Solusi bagi Penyandang Tunarungu

Melalui metode tersebut, tingkat kemurnian gliserol yang dihasilkan ditargetkan mencapai hingga 93,7 persen. Angka ini dinilai cukup signifikan untuk mendukung produksi pendingin industri yang lebih aman dan efisien.

Dampak Ganda

Pemanfaatan limbah gliserol menjadi biocoolant juga dinilai memiliki dampak ganda. Selain meningkatkan nilai ekonomi dari limbah industri biodiesel, inovasi ini turut mengurangi ketergantungan pada bahan pendingin berbasis fosil yang berpotensi mencemari lingkungan.

“Dengan mengolah limbah menjadi produk bernilai tinggi, kami berharap inovasi ini dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi industri sekaligus mengurangi dampak lingkungan,” tambahnya.

Produk biocoolant yang dikembangkan diproyeksikan mampu menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan pendingin konvensional, sekaligus menawarkan efisiensi dalam penggunaan energi di sektor industri.

Baca juga: Beasiswa Bank Indonesia 2026 Dibuka di UIN Saizu: Bantuan Rp1 Juta per Bulan, Peluang Emas Cetak Generasi Melek Keuangan

Keberhasilan ini menegaskan peran strategis mahasiswa vokasi UNDIP dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi untuk menjawab tantangan industri modern. Riset tersebut juga menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mengembangkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan dunia industri dan keberlanjutan lingkungan.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: