ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – UIN Saizu Purwokerto resmi menetapkan daya tampung mahasiswa baru untuk Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026. Melalui jalur UTBK-SNBT, kampus ini menyediakan 200 kursi bagi calon mahasiswa dari total 500 kuota yang dibuka tahun ini.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Rektor Nomor 721 Tahun 2025 yang ditetapkan pada 17 Desember 2025. Rektor UIN Saizu, Prof. Ridwan, menyebut penetapan kuota dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas pembelajaran sekaligus menjaga transparansi proses seleksi.
“Penentuan daya tampung ini telah disesuaikan dengan kapasitas dosen, sarana prasarana, serta standar nasional pendidikan tinggi,” jelas Rektor.
Secara keseluruhan, distribusi kuota SNPMB 2026 di UIN Saizu terbagi dalam tiga jalur, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) sebanyak 151 kursi, UTBK-SNBT 200 kursi, serta Seleksi Mandiri 149 kursi.
Baca juga:
Kapolresta Banyumas Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi dalam Pengungkapan Tambang Ilegal
Pada jalur SNBT, program studi Informatika menjadi yang paling diminati dengan alokasi kursi terbesar, yakni 80 kursi. Disusul Arsitektur dengan 50 kursi, Ilmu Lingkungan 40 kursi, serta Perpustakaan dan Sains Informasi sebanyak 30 kursi.
Empat program studi tersebut merupakan bagian dari rumpun sains dan teknologi (saintek) yang terus dikembangkan kampus untuk menjawab kebutuhan industri dan perkembangan ilmu pengetahuan.
UTBK-SNBT 2026
Selain informasi kuota, calon peserta juga perlu mencermati jadwal penting UTBK-SNBT 2026. Registrasi akun SNPMB dibuka mulai 12 Januari hingga 7 April 2026, sementara pendaftaran UTBK-SNBT berlangsung pada 25 Maret hingga 7 April 2026. Ujian UTBK dijadwalkan digelar pada 21–30 April 2026, dan hasil seleksi diumumkan pada 25 Mei 2026.
Adapun syarat utama peserta antara lain merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki NIK, siswa kelas 12 tahun 2026 atau lulusan 2024–2025, serta berusia maksimal 25 tahun per 1 Juli 2026. Peserta juga diwajibkan memiliki akun SNPMB dan membayar biaya UTBK sebesar Rp200.000.
Baca juga:
Jalur Rel Bumiayu Pulih Usai 14 Jam Penanganan, Perjalanan Kereta Kembali Normal
Dalam pelaksanaannya, peserta hanya diperbolehkan mengikuti UTBK satu kali. Hasil ujian tersebut akan digunakan sebagai dasar seleksi SNBT 2026, dengan materi meliputi Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Literasi, termasuk kemampuan bahasa dan penalaran matematika.
Pihak kampus mengingatkan calon mahasiswa agar cermat dalam menentukan pilihan program studi. Selain mempertimbangkan minat dan kemampuan, pemahaman terhadap tingkat persaingan dan daya tampung dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan peluang lolos seleksi.