Banner Utama

Arus Mudik Melandai, Polri Hentikan One Way Nasional pada Operasi Ketupat 2026

Nasional
By Ariyani  —  On Mar 21, 2026
Caption Foto : Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan. (Foto ; Dok. Polri).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Memasuki hari ke-9 pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di berbagai wilayah Indonesia terpantau stabil. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melaporkan tidak adanya kejadian menonjol dalam periode pemantauan Jumat (20/3/2026) pukul 18.00 WIB hingga Sabtu (21/3/2026) pukul 06.00 WIB.

Seiring dengan penurunan volume kendaraan pada arus mudik Lebaran tahun ini, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi menghentikan penerapan sistem satu arah (one way) skala nasional. Kebijakan tersebut diambil setelah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama.

Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, menjelaskan bahwa arus kendaraan yang mulai terkendali menjadi dasar penghentian rekayasa lalu lintas tersebut.

“Hasil pemantauan menunjukkan arus lalu lintas sudah landai, sehingga sistem one way nasional dihentikan dan arus kembali normal dua arah,” ujarnya.

Meski demikian, Jansen menegaskan bahwa pengaturan lalu lintas tetap bersifat situasional. Aparat akan terus melakukan penyesuaian sesuai kondisi di lapangan, terutama menjelang puncak perayaan Idulfitri yang meliputi malam takbiran, salat Id, hingga lonjakan kunjungan ke destinasi wisata.

Baca juga: Harga BBM Subsidi Tetap hingga Akhir 2026, Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Data pergerakan kendaraan turut menunjukkan tren penurunan. Volume kendaraan yang keluar Jakarta melalui empat gerbang tol utama tercatat sebanyak 48.440 unit, atau turun 13,86 persen dibandingkan kondisi normal. Sementara itu, arus kendaraan yang masuk ke Jakarta mencapai 20.519 unit, mengalami penurunan signifikan hingga 56,42 persen.

Di sisi keselamatan, selama periode pemantauan tercatat 260 kejadian kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah tersebut, 15 orang dilaporkan meninggal dunia, 25 orang mengalami luka berat, dan 272 lainnya luka ringan. Total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp695,7 juta.

Lonjakan Arus Balik

Menghadapi potensi lonjakan arus balik Lebaran, Jansen mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan matang. Beberapa langkah yang disarankan antara lain memanfaatkan potongan tarif tol pada 26–27 Maret 2026, menerapkan skema kerja fleksibel atau Work From Anywhere (WFA) bagi yang memungkinkan, serta memastikan kondisi kendaraan dan keselamatan selama perjalanan, terutama saat berwisata.

Keberhasilan pengamanan arus mudik hingga saat ini disebut tidak lepas dari sinergi lintas instansi, mulai dari TNI, Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, Basarnas, BMKG, hingga dukungan pemerintah daerah dan masyarakat.

Baca juga: Rekrutmen Akpol 2026 Dibuka, Polri Tegaskan Tanpa Jalur Khusus dan Diawasi Publik

“Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebersamaan ini membawa keselamatan dan keberkahan bagi kita semua,” kata Jansen.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: